Penonton Membludak di Stadion 16 November Saksikan Rilis Film ‘Satu Tungku Tiga Batu’

Stadion 16 November di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menjadi saksi puluhan ribu orang yang menyaksikan pemutaran perdana film 'Satu Tungku Tiga Batu', Sabtu (25/11/2023)

Jakarta, innews.co.id – Ribuan orang dari berbagai penjuru Papua memadati Stadion 16 November di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, untuk menyaksikan pemutaran perdana film laya lebar “Satu Tungku Tiga Batu, Sabtu, 25 November 2023.

Film yang melukiskan kisah nyata kuatnya moderasi beragama di kabupaten tersebut, mendapat aplaus tinggi dari para penonton. Tak sedikit orang sampai menitikkan air mata saat menonton film tersebut.

Penonton membludak memenuhi seluruh sudut tribun stadion tersebut. Mereka yang tak kebagian tempat sampai duduk di atas rumput untuk beralaskan tikar hanya untuk menyaksikan sinema yang dibintangi oleh Samuel Rizal Arifin dan Pieter Ell ini menyuguhkan pemandangan alam Fakfak yang begitu mempesona.

Penonton begitu terharu menyaksikan film ‘Satu Tungku Tiga Batu’ di Stadion 16 November, Fakfak, Papua Barat

Film besutan Rumah Semut Film dan disutradari oleh Irham Acho Bahtiar menampilkan corak keberagaman yang moderat, inklusif, dan toleran, dan merupakan cermin keseharian warga di Fakfak.

Suprise! Jujur saya tidak menyangka sampai sebegitu tingginya antusiasme warga Fakfak menyaksikan film yang dibuat sebagai kado ulangtahun kabupaten tersebut, ke 123″ kata Pieter Ell, yang juga dikenal sebagai pengacara handal ini, kepada innews, Sabtu (25/11/2023).

Menurutnya, kerinduan untuk hidup rukun ditengah perbedaan juga menjadi mimpi seluruh rakyat Indonesia, bahkan dunia. “Film ini akan mengilhami dan memberi inspirasi yang kuat untuk bagaimana sebagai sesama anak bangsa saling memelihara kerukunan, menghindari percekcokan, dan menjadi pribadi yang inklusif, hidup berdampingan dengan penuh kedamaian,” tambah Pieter.

Dia yakin, film ini akan sangat diminati oleh insan di seantero NKRI, juga dunia internasional. “Jutaan rakyat Indonesia harus menyaksikan film ini agar benih-benih perdamaian bisa selalu tumbuh dan disemai dalam hati kita,” cetus pemeran Pendeta Jonas dalam film ini.

Pieter yang juga seorang dosen ini menambahkan, “Insyaallah, kehadiran film ini sangat cocok, apalagi saat bangsa kita tengah memasuki tahun politik. “Pesan damai dari film ini akan menjadi kekuatan bagi semua anak bangsa untuk selalu merajut kerukunan dan kesatuan bangsa, ditengah perbedaan,” pungkasnya. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan