Dewan Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya

Jakarta, innews.co.id – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) terbuka bagi pihak-pihak dengan kemampuan catur yang mumpuni.

Hal ini dikatakan Dewan Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya dalam konferensi pers virtual, Jumat (12/3/2021) terkait soal Dadang Subur, pemilik akun Dewa Kipas dalam situs chess.com.

“PB Percasi sangat welcome. PB Percasi adalah rumah catur kita. Jadi siapa pun yang ingin bermain, siapa pun yang merasa hebat boleh datang ke PB Percasi. Kami sangat menerima dengan sangat, sangat baik. Jadi siapa pun yang merasa hebat, silakan datang. Kalau Pak Dadang bagus, kami justru senang karena ada pemain bagus lagi di Indonesia. Yang jelas, semua pemain terbaik akan kami berikan fasilitas terbaik,” kata Eka Wirya.

Seperti diketahui, sepekan belakangan, pemberitaan tentang kasus akun Dewa Kipas yang memenangkan pertandingan melawan pecatur asal Amerika, IM Levy Rozman dengan nama akun GothamChess ramai diperbincangkan dan viral di media sosial. Penyebabnya, akun Dewan Kipas yang menang melawan Rozman tiba-tiba di-banned oleh chess.com. Ini membuat warganet Indonesia balik menyerang GothamChess dan chess.com di akun media sosial mereka, seperti di Twitter, Instagram dan juga YouTube. Warganet Tanah Air tidak terima atas ketidakadilan yang dialami oleh Dadang Subur alias Dewa Kipas.

“Kejadian ini membuat kita sedih. Dalam arti persoalan ini bisa melebar ke mana-mana. Tapi tentunya ini sekaligus untuk mengedukasi semua pemain-pemain catur online,” kata Eka lagi.

Sementara itu, Kabid Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem menjelaskan, pertandingan antara Dadang Subur kontra Levy Rozman merupakan laga yang bersifat pribadi dan tanpa perebutan gelar. Karena itu, pihaknya tak akan menempuh langkah apa pun. Mereka hanya akan menanyakan serta mengklarifikasi kepada Dadang Subur.

Liem menegaskan, tidak ada kepentingan bagi PB Percasi untuk menanyakan masalah ini kepada chess.com atau kepada federasi Amerika.

“Ini event yang sangat pribadi, bukan event seperti Piala Asia atau Olimpiade online. Kalau kejadiannya dalam event seperti itu (resmi, red), tentu PB Percasi akan menjadi organisasi pertama yang akan meminta kejelasan. Kalau mau menanyakan ke chess.com atau ke federasi catur Amerika, justru akan merendahkan kita sendiri karena ini bukan event penting,” ujar Kristianus.

Dia menjelaskan, PB Percasi telah memiliki sistem rekrutmen yang sistematis, terbukti dengan prestasi yang telah diraih. Percasi juga memiliki kejuaran dan event yang bersifat terbuka. (RN)