Moskow, innews.co.id – Dihadapan sekitar 170 anggota Dewan Federasi Rusia, Oesman Sapta Odang (OSO) Ketua DPD RI menyampaikan pidatonya. Ini merupakan peristiwa langka karena Dewan Federasi Rusia sangat jarang memberikan kesempatan kepada pimpinan lembaga tinggi negara dari negara lain untuk berpidato di forum sidang paripurna.

Hal ini disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia Muhammad Wahid Supriyadi dari Moskow, Rabu (24/10).

“Sangat jarang Dewan Federasi Rusia memberi kesempatan pimpinan lembaga tinggi negara lain untuk berpidato dalam sidang paripurna mereka. Karena itu, pidato OSO dinilai sangat penting,” ujar Wahid.

Dalam sidang paripurna tersebut, Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matviyenko yang didampingi para wakil ketua dan dihadiri sebagian besar dari 170 anggota Dewan Federasi Rusia, langsung memperkenalkan OSO sebagai tamu, sekaligus sahabat.

Menurut Valentina, Indonesia adalah mitra strategis Rusia yang berada di Asia Tenggara. Rusia sudah membina hubungan persahabatan dengan Indonesia sejak 1950.

Dari podium terhormat, OSO menyampaikan
bahwa hubungan antara DPD RI dan Dewan Federasi Rusia yang makin baik akan menjadi lokomotif baru untuk mempercepat dan memperluas hubungan bilateral Indonesia dan Rusia di segala bidang.

Menurut OSO, sejak 28 Desember 1991, ketika Indonesia mengakui Federasi Rusia sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh, hubungan bilateral kedua negara telah berkembang pesat, khususnya sejak penandatanganan Deklarasi tentang Kerangka Hubungan Persahabatan dan Kemitraan antara Indonesia dan Rusia pada 21 April 2003.

Salah satu contoh dari hubungan Moskow, bilateral yang makin baik tersebut adalah Indonesia dan Rusia sepakat membuka penerbangan langsung dari Rusia ke Indonesia (dari Moskow ke Denpasar) mulai 28 Oktober mendatang.

“Dengan dibuka penerbangan langsung ini, maskapai Rossiya Airlines akan mengisi rute tersebut, yakni tiga kali penerbangan dalam sepekan dari Bandara Sheremetyovo di Moskow ke Bandara Ngurah Rai di Bali, serta sebaliknya tiga kali penerbangan dari Bali ke Moskow,” katanya.

Menurut dia, rute penerbangan langsung Rusia-Indonesia ini akan menjadi babak baru peningkatan interaksi dalam hubungan bilateral Rusia-Indonesia.

“Apalagi, jika Rusia memberikan fasilitas bebas visa kepada Indonesia, seperti Indonesia yang sudah lebih dahulu memberikan fasilitas bebas visa ke Rusia, kunjungan warga Indonesia ke Rusia akan makin meningkat,” tukasnya. (RN)