Haris Pertama Ketua Umum DPP KNPI

Jakarta, innews.co.id – Langkah menggadang-gadang putra Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka menjadi Calon Ketua Umum Kongres Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) patut diduga sebagai bentuk upaya membenturkan Wali Kota Solo tersebut dengan pemuda Indonesia. Pasalnya, berkaca pada AD/ART KNPI, Gibran belum memenuhi persyaratan untuk menjadi Ketum DPP KNPI.

Hal ini secara lugas dikatakan Haris Pertama Ketua Umum DPP KNPI kepada innews, Rabu (9/6/2021). “Sangat berbahaya. Sebab, ini sama saja membenturkan Mas Gibran dengan para pemuda di Indonesia,” ujar Haris.

Saat ini, kata Haris, Gibran tengah memimpin Kota Solo, melakukan pembenahan di berbagai sisi. Tiba-tiba ada oknum-oknum tertentu yang bermanuver mengusungnya menjadi Caketum KNPI. Bahkan, foto Gibran sudah dimuat di flyer KNPI yang disebar ke berbagai tempat. “Sangat disayangkan ada upaya menjerumuskan Mas Gibran pada kondisi yang tidak baik. Beliau lagi on the fire membenahi Kota Solo,” urainya seraya berkeyakinan kalau Gibran tidak tahu kalau fotonya sudah dicatut oleh oknum KNPI dan dimuat di flyer.

Meski begitu, Haris yakin, Gibran akan bersikap bijaksana dan menolak niatan mengusung dirinya menjadi Caketum KNPI. “Mas Gibran orang baik dan taat azas. Pasti, beliau juga taat akan aturan organisasi. Termasuk AD/ART KNPI yang jelas-jelas tidak memungkinkan dirinya untuk dicalonkan. Ini upaya menyesatkan. Ada oknum KNPI yang mau ‘menipu’ Mas Gibran,” kata Haris keras.

Dia juga menambahkan, tidak hanya Gibran, mereka yang mengatasnamakan pengurus KNPI juga diduga telah menipu pemerintah dengan berdalih ingin mengadakan Kongres Bersama. “Saya yakin, Menhukham Yasonna Laoly, tidak akan mudah diperdaya. Beliau pasti akan melakukan pengecekan dengan segala perangkat yang dimilikinya untuk mengetahui mana KNPI yang sah, mana yang abal-abal,” tandasnya.

Dia mengajak semua pihak untuk bisa berorganisasi dengan benar dan sehat. Sebab, memimpin organisasi adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara, bukan mengejar kepentingan pribadi atau memperkaya diri.

Karena itu, Haris mengaku, tidak pusing dengan wacana Kongres Bersama yang digaungkan oleh oknum-oknum KNPI. “Silahkan saja mau KNPI ada tiga, lima, atau 10 sekalipun. Intinya, bagaimana kita bisa mengabdi dan melayani pemuda-pemudi di Indonesia dengan sebaik-baiknya,” tukasnya.

Dia menambahkan, KNPI yang dia pimpin lahir dari Kongres yang sah, pada 2018 silam di Bogor. “Duduknya saya sebagai Ketum DPP KNPI melalui proses yang sah dan diakui semua pihak. Bukan karena perpecahan. Tapi setelah itu, ada pihak-pihak yang sengaja mau menggoyang kepemimpinan saya. Melakukan manuver sana-sini,” urainya.

Dirinya juga tidak ambil pusing dengan kemunculan KNPI-KNPI lain. “Pemuda dan masyarakat umum sudah tahu mana KNPI yang sebenarnya. Saya bersama teman-teman pengurus didukung para senior KNPI, seperti Akbar Tanjung, Abdullah Puteh, Adhyaksa Dault, dan lainnya, akan terus bergerak maju,” ucapnya.

Hal ini dibuktikan, KNPI pimpinan Haris Pertama pada halal bihalal dan silahturahmi antar generasi dan santunan anak yatim, yang rencananya akan diadakan Kamis, (10/6/2021), di Puri Agung Hotel Grand Sahid, Jakarta, akan diluncurkan bis operasional DPP KNPI. “Ini sebagai legacy kepengurusan kami terhadap para OKP dan pemuda Indonesia,” pungkas Haris. (RN)