DR. Mahdi Achmad Mahfud, SH., M.Kn., Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) muda sekaligus Sekretaris Pengurus Daerah Ikatan PPAT (IPPAT) Lamongan

Lamongan, innews.co.id – Persoalan di tubuh sebuah organisasi, sejatinya hal yang biasa. Namun, bilamana ada pihak-pihak yang menjurus pada perpecahan, maka harus ditolak.

Penegasan ini disampaikan DR. Mahdi Achmad Mahfud, SH., M.Kn., Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) muda sekaligus Sekretaris Pengurus Daerah Ikatan PPAT (IPPAT) Lamongan, Jawa Timur, menyikapi polemik di IPPAT yang hingga kini belum tuntas, kepada innews, Rabu (26/8/2020).

Mahdi mengatakan, dalam menghadapi persoalan organisasi, sebaiknya sebagai pengurus dan anggota IPPAT kembali melihat Pasal 5 ayat 4 Anggaran Dasar IPPAT, yang berbunyi: “Untuk mencapai tujuan perkumpulan adalah dengan jalan menjaga persatuan, profesional, dan menjalin ikatan persaudaraan”.

Karena itu, bagi Mahdi, sangat tidak bijak bila ada yang mendukung salah satu pihak yang bersengketa. Sebab hal tersebut justru semakin memperkeruh keadaan.

“Terus terang saya kecewa dengan adanya Pengwil yang secara terang-terangan mendukung salah satu pihak,” tandas Mahdi yang juga seorang Notaris ini.

Dia menambahkan, yang saling bersengketa itu kan sama-sama bagian dari IPPAT. Jadi, untuk apa ada kubu-kubuan. “IPPAT Lamongan punya pendirian tidak akan mendukung salah satu pihak. “Segala bentuk upaya/kebijakan/keputusan yang menjurus kepada perpecahan tidak akan kami ikuti. Tidak peduli itu dari pihak manapun,” tegasnya.

Dirinya berharap banyak rekan-rekan seprofesinya yang sepemahaman dan sama-sama menyerukan perdamaian.

“Mari sama-sama kita dukung perdamaian. Dan, apabila ada seseorang yang mengajak kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya,” pungkasnya. (RN)