Jakarta, innews.co.id – Carut-marutnya kondisi di Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), hendaknya disikapi secara positif sebagai bagian dari sebuah perjalanan sebuah organisasi.

Hal ini dikatakan Dr. I Madi Pria Dharsana, Notaris/PPAT senior dalam pesan singkatnya kepada innews, Minggu (25/11).

Menurut Pria, ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan, baik oleh pengurus maupun anggotanya.

Pria Dharsana lebih menekankan mengenai pentingnya informasi pengetahuan dan penguatan dalam organisasi.

“Soliditas organisasi menjadi hal penting dalam menumbuhkan kesadaran bagi semua anggota ditengah tantangan ekonomi. Tantangan untuk turut serta menjalankan iklim investasi yang kondusif yang sedang dijalankan Pemerintah Jokowi-JK,” kata Pria Dharsana.

Ditambahkannya, adalah penting para pengurus dan anggota berkontribusi dalam memberikan masukan RUU Pertanahan, RUU IPPAT, RUU Fidusia.

“Itu butuh perhatian dan pemikiran kita semua. Mari kita arahkan energi kita bagi kepentingan yang lebih luas, berdayaguna dan bermanfaat. Ini tantangan IPPAT kedepan. Dan, hal ini bisa kita jawab dengan kinerja perkumpulan dengan melaksanakan program kerja secara nyata, menjunjung tinggi etika profesi dan menjaga harkat martabat profesi,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Pria Dharsana, sebagai PPAT dapat melaksanakan tugas profesi dengan berintegritas tinggi sesuai peraturan perundang-undangan. (RN)