Putri Simorangkir Ketua Umum Damai Nusantaraku (Dantara)

Jakarta, innews.co.id – Ombak besar dan cuaca buruk tak menyurutkan niat tulus dr. Lie Agustinus Dharmawan untuk menjalankan misi kemanusiaannya sejak 2013 silam. Kapal barang second berukuran 23,5 meter kali 6,5 meter ia sulap menjadi rumah sakit apung yang menjangkau masyarakat di pelosok, pesisir, dan perbatasan guna memberikan pelayanan kesehatan. Hingga kini tercatat sudah lebih dari 100 ribu orang mendapat pelayanan kesehatan.

Sayangnya, pada 16 Juni lalu, kapal tersebut terbakar dalam perjalanan dari Pulau Semau ke Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapal pun karam berikut alat-alat kesehatannya. Padahal, kapal tersebut telah dilengkapi dengan laboratorium, kamar bedah, serta ruang perawatan. Beruntung para tenaga medis dan kru kapal diselamatkan kapal motor Niki Sae, yang kemudian membawa mereka ke Surabaya.

Misi kemanusiaan dr. Lie pastinya telah banyak membantu pemerintah. Tatkala tangan pemerintah seperti tak mampu menjangkau rakyat yang bermukim di pedalaman, dr. Lie berjibaku mendatanginya.

Rumah sakit apung Lie Darmawan terbakar dan karam di perairan antara NTT dan NTB, Rabu (16/6/2021)

Kini, kala musibah dialami, sejatinya pemerintah ikut sepenanggungan dengan dr. Lie dan tim yang tergabung dengan Yayasan Dokter Peduli (Doctor Share). “Sejatinya pemerintah ikut memberi perhatian terhadap musibah ini. Mengingat selama ini dr. Lie telah banyak berbuat menyelamatkan anak bangsa di pelosok negeri,” kata Putri Simorangkir Ketua Umum Damai Nusantaraku (Dantara) kepada innews, Selasa (22/6/2021).

Putri yakin pemerintah bisa berbuat banyak untuk mendukung misi kemanusiaan ini agar dapat berjalan kembali. “Saya yakin, pemerintah baik Presiden Jokowi maupun Kementerian Sosial bisa membantu dr. Lie, terutama untuk pengadaan kapal baru sehingga misi kemanusiaan menjangkau warga di pelosok bisa kembali berjalan,” ujar Putri yang juga Ketua Bidang Budaya Baskara ini lagi.

Putri menambahkan, upaya dr. Lie yang mewakafkan hidupnya untuk melayani rakyat Indonesia patut diapresiasi. “Kalau pun saat ini dr. Lie dan tim tengah didera musibah, saatnya pemerintah turun tangan membantu,” tukasnya.

Berbagai layanan kesehatan bisa dilakukan di kapal rumah sakit apung dr. Lie Darmawan

Dirinya juga mengapresiasi, baik kepada netizen maupun masyarakat atas respon positif yang diberikan dan mau bergotong royong membantu misi kemanusiaan dr. Lie. “Saya kagum, sedikit demi sedikit mulai terkumpul dana untuk pengadaan kapal baru. Itu menunjukkan budaya gotong royong dan rasa empati masih dimiliki rakyat Indonesia pada umumnya,” imbuh Putri.

Namun, tentunya hal ini akan lebih cepat terealisasi bila pemerintah punya will kuat untuk membantu sebagai bentuk empati dan dukungan terhadap misi kemanusiaan dr. Lie. (RN)