Dr. Giwo Rubianto Wiyogo (kelima dari kiri) Ketua Umum IPSM ajak masyarakat perangi Covid-19

Jakarta, innews.co.id – Upaya memutus mata rantai penularan korona penting dilakukan sehingga tidak lebih banyak lagi memakan korban jiwa.

Seperti yang dilakukan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), selama 2 hari berturut-turut mengadakan Rapid Test Covid-19, di Jakarta, 18-19 Juni 2020. Tes cepat ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Kalbe Farma, Mitra Keluarga, Halodoc, dan Standard Charter.

Peserta rapid test IPSM tetap menerapkan protokol kesehatan

Menurut Dr. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum IPSM, rapid test merupakan sebuah langkah awal untuk mengetahui apakah seseorang tertular virus korona. “Ada tahapan yang harus dilalui sebelum seseorang dinyatakan positif terkena Covid-19. Karena itu, rapid test sangatlah penting,” kata Giwo yang juga Ketua Umun Kowani ini.

Ditambahkannya, bila melalui rapid test seseorang didapati terinfeksi virus, maka bisa diambil langkah-langkah, mulai dari melakukan karantina mandiri yang bisa dilanjutkan dengan swab test.

Lebih jauh Ketua Umum Pita Putih Indonesia (PPI) ini berharap melalui rapid test yang diikuti berbagai kalangan ini dapat memberi kepastian akan kesehatan seseorang. “Kita berharap pandemi Covid-19 bisa segera berlalu dan bisa kembali masuk pada kehidupan normal,” serunya.

Giwo juga mengajak masyarakat untuk benar-benar menerapkan pola hidup sehat di masa new normal ini. “Kita harus bisa cepat beradaptasi dengan kehidupan baru di era new normal. Salah satunya dengan mematuhi anjuran pemerintah,” tukasnya.

Tes cepat yang dilakukan selama 2 hari ini diikuti oleh berbagai kalangan dan berlangsung dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. (RN)