UKI menjadi perguruan tinggi ke-28 di Indonesia yang meraih akreditasi UNGGUL dari BAN-PT

Jakarta, innews.co.id – Ditetapkannya Universitas Kristen Indonesia (UKI) sebagai kampus terakreditasi UNGGUL, berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No. 304/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2022 tanggal 28 Juni 2022, seolah menjadi ‘nutrisi’ penambah semangat untuk membawa kampus ini berkiprah lebih jauh lagi ke tingkat global.

“Tentu kami sangat bersyukur dan bersukacita sekali dengan ditetapkannya UKI sebagai kampus dengan akreditasi Unggul oleh BAN-PT. Saya yakin ini anugerah Tuhan, bukan karena kuat gagah kita. Ini kebaikan Tuhan bagi UKI,” kata Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH., MH., MBA., Rektor UKI, membuka perbincangan khusus dengan innews, di Kampus UKI Cawang, Jakarta, Selasa (2/8/2022) siang.

UKI terus mempersiapkan insan yang mampu bersaing hingga ke tingkat global

Prestasi gemilang ini akan tercatat dengan tinta emas dalam perjalanan sejarah UKI. Apalagi penetapan akreditasi Unggul ini dilakukan ditengah pandemi Covid-19 yang belum usai di negeri ini. Hal tersebut membuktikan bahwa meski di masa sulit, UKI tidak terhimpit. Sebaliknya mampu berprestasi, bahkan ditengah kondisi yang tak pasti. Keberhasilan UKI ini tak pelak lagi mengundang decak kagum banyak pihak. Bayangkan, dari lebih dari 4.000 kampus di Indonesia, UKI menjadi perguruan tinggi ke-28 yang meraih akreditas Unggul. Bahkan, UKI merupakan perguruan tinggi Kristen pertama di Indonesia yang berakreditasi Unggul.

Universitas Kristen Indonesia (UKI) dianugerahi akreditasi UNGGUL oleh BAN-PT, sebuah capaian gemilang menuju visi smart campuss

Bagi Dhaniswara, ini juga merupakan buah kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dari segenap civitas akademika UKI, baik dosen, staf, mahasiswa, hingga alumni yang berjerih lelah mendukung eksistensi UKI. Namun tidak bisa dipungkiri, ‘tangan dingin’ Dhaniswara sebagai ‘Dirigen’ UKI menjadi pembeda yang mendorong peningkatan kinerja jajarannya untuk selalu berbuat yang terbaik.

“Bagi saya, kita harus do the best, pada apapun tanggung jawab yang diberikan. Jangan banyak mengeluh, tapi cobalah setia dengan perkara-perkara kecil. Urusan hasil itu bagaimana Tuhan. Tugas kita hanya melakukan yang terbaik sesuai kemampuan kita,” ungkapnya sederhana.

Rektor UKI Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH., MH., MBA., Rektor UKI, dengan tangan dingin mampu membawa UKI meraih akreditasi UNGGUL

Selain itu, dalam bekerja harus diyakini bahwa apapun yang kita lakukan harus menyenangkan hati Tuhan. Dengan begitu, ujarnya, maka kita akan menjalani pekerjaan dengan rasa sukacita, bukan merasa sebagai beban berat.

UKI Menjanjikan

Bagi Dhaniswara, UKI adalah kampus yang menjanjikan dan punya potensi. Dari sisi lokasi sangat strategis, berada di prime location Jakarta Timur, dan berada di areal seluas lebih dari 10 hektare. Begitu juga Kampus Pascasarjana, berada di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, diatas areal lebih dari satu hektare. Dari catatan sejarahnya, UKI telah menghasilkan banyak insan-insan hebat dalam berbagai bidang. “Ini kekuatan besar UKI. Saya tinggal merangkai saja potensi-potensi tersebut untuk selanjutnya menjadi kekuatan dalam membesarkan kampus ini,” terang Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAM Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Pusat periode 2021-2026 ini.

UKI terus membangun sinergi kuat dengan berbagai lembaga

Tak heran, di periode pertama kepemimpinannya, Dhaniswara memberi tagline “UKI Hebat”. Berbagai terobosan ia buat. Salah satunya menghadirkan Presiden Joko Widodo ke Kampus UKI pada acara Lustrum XIII Dies Natalis UKI ke-65, Senin, 15 Oktober 2018 lalu. Tercatat, sepanjang sejarah UKI, baru kali itu dikunjungi oleh orang nomor satu di negeri ini. Saat ini juga telah dibuka program doktoral (S3). Perlahan, fakultas di ISO-kan semua dan prodi diarahkan berakreditasi internasional. Hingga kini sudah ada 4 prodi terakreditasi internasional. Juga, secara rutin UKI menghasilkan guru besar.

“Bukan suatu kebetulan ya. Sejak terpilih sebagai Rektor UKI periode kedua, saya mencetuskan tagline ‘UKI Unggul’. Ternyata itu bukan sekadar tagline semata, tapi jadi kenyataan dengan penetapan dari BAN-PT ini,” seru Dhaniswara tanpa mampu menyembunyikan wajah sukacitanya.

Pasca penetapan akreditasi Unggul ini, bagi Dhaniswara, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh jajarannya. “Secara bertahap menjadikan seluruh prodi terakreditasi internasional. Juga semakin fokus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni, pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Demikian juga bagaimana membuat sistem yang terintegrasi dan metode pembelajaran lebih sistemik.

Lulusan unggul

Seiring waktu, sambung Dhaniswara, UKI terus mengupayakan program-program untuk bagaimana menghasilkan lulusan unggulan. Ini harus didukung dengan kompetensi dosen yang unggul, sarana prasarana mumpuni, termasuk membuat perkuliahan sistem hybrid, dan ujungnya menciptakan smart campuss.

Berbagai event dilakukan guna mendukung pelayanan UKI

Selain sisi akademis, UKI juga menaruh perhatian besar pada pengembangan potensi peserta didiknya. Salah satu yang akan dikembangkan, kata Dhaniswara adalah sarana olahraga berstandar nasional dan internasional. “Saya bermimpi, UKI bisa mengadakan pekan olahraga mahasiswa tingkat nasional. Mungkin butuh dana besar, tapi itu bisa diraih, misal dengan bekerja sama dengan pihak lain,” urainya.

Selama ini, UKI berdiri di atas kaki sendiri, tidak ada donatur tetap, baik dari perusahaan maupun konglomerat. “Tapi disitulah kebanggaan saya dan rekan-rekan disini dalam membangun UKI. Ditambah lagi nilai-nilai universal seperti rendah hati, berbagi, peduli, terintegritas, disiplin, dan profesional. Dengan enam nilai ini, apapun yang kita lakukan akan tuntas,” yakinnya.

Dengan akreditasi UNGGUL, UKI bersiap menuju smart campuss

Bagi Dhaniswara, UKI harus menjadi World Class International atau The World Campuss, laboratorium yang menghasilkan insan-insan berkualitas global. “Mungkin saja usia saya tidak sampai, tapi sejak dini saya sudah merintis ke arah itu. Saat ini, UKI sudah go international. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan universitas-universitas di luar negeri, termasuk membuka international office, sejak 2018 hinga kini. Kita sudah bekerja sama (dual degree) dengan Filipina, Malaysia, Singapura, Australia, dan lainnya. Karena itu, kita ada pertukaran mahasiswa dan dosen. Hanya saja, karena pandemi, sempat terhenti. Mudah-mudahan hal tersebut kembali berjalan,” papar pria berusia 62 tahun ini.

Dengan diraihnya akreditasi Unggul, Dhaniswara berharap segenap jajaran civitas akademika UKI menyambut berkat Tuhan dan membuktikan bahwa UKI ini layak mendunia. Itu dimulai dari diri sendiri. Mengajar dengan lebih baik, lakukan penelitian dengan sungguh-sungguh, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. “Kita sama-sama buktikan, baik di bidang akademik maupun non-akademik, UKI mampu mengukir prestasi gemilang,” tutupnya. (RN)