Ari Retnawati, S.Pd., (kanan) dan Chrisanty Samuels, S.Psi., keduanya pengajar di TKK 11 Penabur

Jakarta, innews.co.id – Di masa pandemi Covid-19 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Guru Tenaga Pendidikan PAUD memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik dengan menyelenggarakan kompetisi ‘Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dalam Rangka Hari Guru Nasional 2020’.

Kegiatan ini berlangsung dari 30 Oktober – 23 November 2020 dan pengumuman 10 peserta terbaik peraih piagam penghargaan berlangsung pada 22 November 2020.

Dua guru dari TKK Penabur berhasil meraih penghargaan yakni, Ari Retnawati, S.Pd., dan Chrisanty Samuels, S.Psi., keduanya merupakan pengajar di TKK 11 Penabur.

Dalam siaran pers yang diterima innews, Senin (23/11/2020), dijelaskan, Ari dan Chrisanty sama-sama meraih piagam penghargaan sebagai Peserta Terbaik Kategori Guru KB/TPA Inovatif dan Inspiratif.

“Ari berhasil meraih prestasi lewat hasil karya videonya berjudul ‘Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis IT yang Efektif untuk Anak Kelompok Bermain’. Dimana Ari memaksimalkan fitur-fitur yang ada di zoom meeting sebagai media mengajar seperti virtual/video, background, video filter, serta membuat Power Point yang menarik perhatian anak PAUD dalam mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh,” tulis rilis tersebut.

Sementara Chrisanty Samuels, S. Psi., diganjar penghargaan dalam karya video berjudul ‘Bersahabat dengan Teknologi dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)’.

Ari berharap dengan pencapaian ini, karyanya dapat menjadi inspirasi para tenaga pendidik lainnya di dalam memberikan pembelajaran yang menyenangkan kepada anak PAUD dengan memanfaatkan teknologi dan informasi yang ada saat ini. “Semangat gotong royong di masa pandemi ini juga perlu dibangun antar-tenaga pendidik agar tetap bisa berinovasi di dalam memberikan PJJ yang lebih optimal,” ujar Ari kepada para tenaga pendidik PAUD di Indonesia.

Sementara Chrisanty, mengajak para peserta didik berkarya wisata secara virtual ke Kebun Buah untuk melihat beragam pohon buah.

Dia menjelaskan, dari awal pandemi, BPK Penabur memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik tentang penggunaan beberapa aplikasi penunjang pembelajaran secara daring.

“Awalnya saya merasa dipaksa harus ‘jatuh cinta’ dengan teknologi. Namun saat ini saya justru mulai mencintai teknologi. Bersama teknologi saya dapat berinovasi dan mengajar dengan metode yang menyenangkan,” akunya.

Kepada para tenaga pendidik lainnya, dia berpesan, meski pandemi usai, tetaplah bersahabat dengan teknologi. (RN)