Rapat Pimpinan Provinsi II, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Provinsi DKI Jakarta, mengadakan diskusi panel bertajuk "Perizinan Usaha Sistem OSS-Berbasis Risiko", di Jakarta, Senin (22/11/2021)

Jakarta, innews.co.id – Kemudahan berusaha yang disediakan pemerintah melalui sistem Online Single Submission (OSS) haruslah dipahami oleh para pengusaha. Untuk itu, dalam Rapat Pimpinan Provinsi II, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Provinsi DKI Jakarta, mengadakan diskusi panel bertajuk “Perizinan Usaha Sistem OSS-Berbasis Risiko”, di Jakarta, Senin (22/11/2021).

“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka lebih mensosialisasikan kemudahan berusaha yang dibuat oleh Pemerintah. Hal ini sebagai amanat dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, serta beberapa aturan turunannya,” terang Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Hj. Diana Dewi dalam keterangannya yang diterima innews, Senin (22/11/2021).

Menurut Diana, para pengusaha dalam wadah KADIN Indonesia perlu memahami aturan Online Single Submission Risk-Based Approach/OSS-RBA (Perizinan Daring Terpadu dengan Pendekatan Perizinan Berbasis Risiko) ini.

Diana Dewi yang juga CEO PT Suri Nusantara Jaya ini menjelaskan, perizinan berusaha berbasis risiko dilakukan berdasarkan penetapan tingkat risiko dan peringkat skala kegiatan usaha meliputi UMKM dan/atau usaha besar. “Penetapan tingkat risiko dilakukan berdasarkan hasil analisis risiko yang wajib dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian berdasarkan data dan atau penilaian profesional,” bebernya.

Lebih jauh Komisaris Independen PT Angkasa Pura Supports ini menambahkan kegiatan Rapimprov II/2021 tahun ini yang merupakan agenda tetap organisasi, memang sempat tertunda akibat dari pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat di Jakarta akibat pandemi Covid-19.

Pada kesempatan itu juga, KADIN DKI memberikan bantuan beras kepada masyarakat Jakarta, sebagai hasil kolaborasi dengan GRAB dan Benih Baik.

Diana Dewi mengatakan, kegiatan donasi beras sebanyak 8.335 ini merupakan salah satu program CSR dari KADIN DKI Jakarta. “Sebelumnya, KADIN DKI juga telah melakukan serangkaian program CSR antara lain, vaksinasi, pemeliharaan lingkungan, pendidikan, seni dan kebudayaan, serta beberapa program yang lain,” tukas owner Toko Daging Nusantara ini.

Melalui Rapimprov II tahun ini, Diana berharap dapat meneguhkan kembali komitmen untuk dapat pulihkan kesehatan dan bangkitkan perekonomian dengan berkolaborasi bersama antar-stakeholders yang ada di DKI Jakarta.

Rapimprov II ini juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria dan beberapa pejabat lainnya. (RN)