Bank Neo Commerce Tbk

Jakarta, innews.co.id – Keberhasilan PT Bank Neo Commerce Tbk, meraup Rp 2,75 triliun dalam dua kali right issues melalui penawaran umum terbatas (PUT), menandakan adanya kepercayaan publik yang tinggi terhadap bank yang dulunya bernama Bank Yudha Bhakti ini.

Dana dua triliun rupiah lebih tersebut diperoleh dari PUT IV sebesar Rp 248,03 milyar dan skema PUT V sebesar Rp 2,50 triliun.

Menurut Tjandra Gunawan Direktur Utama emiten perbankan berkode BBYB ini, dana tersebut digunakan untuk memacu bisnis baik melalui kredit maupun untuk operasional.

“Perseroan berhasil memperoleh hasil bersih PUT IV sebesar Rp 248,03 milyar. Realisasi dari penggunaan dana hasil bersih PUT IV adalah untuk penyaluran kredit sebesar Rp 186,53 milyar dan untuk Kegiatan Operasional Perbankan sebesar Rp 61,50 milyar,” terang Tjandra dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/7/2022) lalu.

Sementara itu, dana hasil PUT V, kata Tjandra, akan digunakan untuk penyaluran kredit, kegiatan operasional perbankan, pengembangan teknologi informasi, dan memperkuat rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)

“Realisasi dari penggunaan dana hasil bersih PUT V sampai dengan periode 30 Juni 2022 adalah untuk Penyaluran Kredit sebesar Rp 375,41 miliar. Sedangkan untuk kegiatan Operasional Perbankan sebesar Rp 451,30 miliar. Lalu, pengembangan Teknologi Informasi sebesar Rp 69,32 milyar dan memperkuat rasio KPMM Rp 375,41 milyar,” urainya.

Hingga semester I-2022, Bank Neo Commerce menyatakan telah memacu penyaluran kredit menjadi Rp 7 triliun, dari sebelumnya Rp 4,2 triliun di Juni 2021. Tjandra optimis, BNC akan bisa menyalurkan kredit hingga Rp 12 triliun di sepanjang 2022 ini.

Dia menerangkan, dari sisi likuiditas, dana pihak ketiga (DPK) naik dari Rp 8,1 triliun menjadi Rp 11,1 triliun. Sementara untuk aset meningkat dari Rp 11,3 triliun menjadi Rp 14,3 triliun. (RN)