H. Arief Prasetyo Adi, ST., MT., Direktur Utama RNI

Jakarta, innews.co.id – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI menyiapkan sejumlah skema terkait keterjangkauan pangan untuk mendukung ketahanan nasional. Ini bisa dimulai dari skala mini keluarga.

Hal tersebut dikatakan Direktur Utama PT RNI, Arief Prasetyo Adi dalam keterangan tertulis yang diterima innews, Selasa (4/5/2021). Menurutnya, keterjangkauan pangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional bisa dimulai dari skala mini rumah tangga keluarga. Oleh karenanya, RNI menyiapkan sejumlah skemanya mulai dari keterjangkauan fisik dengan memberikan kemudahan sarana dan prasarana mobilitas maupun pasar yang memadai untuk konsumsi skala rumah tangga atau keluarga.

Arief menambahkan, skema kedua, yaitu keterjangkauan ekonomi untuk merangsang rumah tangga atau keluarga memiliki minat dan daya beli yang cukup untuk mendapatkan bahan pangan sesuai kebutuhan.

Skema lainnya adalah melalui keterjangkauan sosial yaitu masyarakat skala keluarga dapat dengan mudah terlayani kebutuhan pangan keluarga melalui sistem aplikasi online.

PT RNI mengakui memiliki sejumlah tantangan untuk pembenahan klaster pangan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Dia menambahkan, sejumlah tantangan untuk dilakukan pembenahan meliputi sejumlah komoditas pangan yang memiliki tingkat produktivitas rendah dan ketergantungan impor yang tinggi, adanya mismatch geografis dari supply dan demand, infrastruktur yang belum optimal seperti contohnya Perikanan, kurangnya kesejahteraan petani, nelayan hingga penegakan aturan dan kebijakan pangan.

‚ÄúDari tantangan itu, kami telah menyiapkan skema melalui keterjangkauan pangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Arief.

Terkait isu pemerataan seperti disampaikan Ketua Umum MUI, KH. Miftachul Akhyar, Arief menjelaskan, RNI bersama BUMN Klaster Pangan juga menyiapkan skema integrasi rantai nilai pangan dari hulu ke hilir mulai dari peningkatan pendampingan dan kapasitas offtake melalui model kerjasama dan beriringan dengan petani, peternak, nelayan.

Pengembangan produk kebutuhan pangan keluarga seperti minyak goreng, telur, teh, tepung terigu, kecap termasuk pangan protein Ayam, daging, ikan. Mempersiapkan efisiensi logistiknya untuk kemudahan distribusi pangan dan di hilirnya telah bekerjasama dengan UMKM, Mitra retail, Warung pangan baik secara offline maupun online melalui beberapa platform e-commerce. (RN)