Silahturahmi FPK Jakarta Timur bersama Kesbangpol Kota Administrasi Jaktim dengan jajaran Pengurus RW 04 Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Sabtu (18/6/2022)

Jakarta, innews.co.id – Berangkat dari gagasan yang dicetuskan pada kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Administrasi Jakarta Timur periode 2016-2021, keberadaan Kampung Pembauran yang rencananya akan dibuat di RW 04 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, terus dipersiapkan.

“Ide cemerlang ini sudah dilakoni oleh FPK Jaktim periode 2016-2021, bersama para pejabat teras Kesbangpol Jaktim kala itu. Namun, suasana pandemi membuat niatan ini sempat terhambat. Kini, kami kembali berinisiatif meneruskannya,” ujar Thelnie Daniel Onibala Anggota FPK Jaktim sekaligus tokoh etnis asal Sulawesi Utara, diawal silahturahmi dengan jajaran pengurus dan tokoh masyarakat RW 04 Bambu Apus, di Sekretariat RW 04, Sabtu (18/6/2022).

Suasana silahturahmi yang penuh kekeluargaan dalam mengimplementasikan Kampung Pembauran

Gagasan ini juga telah dilontarkan oleh Lel Firdaus kepada Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, dan telah mendapat respon positif. “Saat ini, oleh Pemprov DKI kami didorong untuk merealisasikan Kampung Pembauran ini secepatnya,” ujar Lel Firdaus Wakil Ketua FPK Jaktim yang juga tokoh etnis dari Jambi.

Di sisi lain, Dian Artida Sekretaris FPK Jaktim pada pertemuan tersebut menegaskan agar konsep Kampung Pembauran bisa digodok secara bersama, sehingga melahirkan langkah-langkah konkrit dalam implementasinya. Hal senada dikatakan Enie Sulistyaningsih Koordinator Bidang Seni Budaya FPK Jaktim. “Banyak hal bisa dilakukan dalam rangkaian Kampung Pambauran, baik dalam hal peningkatan pemahaman wawasan kebangsaan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Kasubdit Idewasbang Kesbangpol Jakarta Timur memberikan paket kenang-kenangan kepada Pengurus RW 04 Bambu Apus, Cipayung

Terkait pemberdayaan ekonomi, secara gamblang Lusiano Eka Putra Anggota FPK Jaktim sekaligus tokoh etnis dari Aceh memaparkan rencana penanaman jahe merah yang nantinya akan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Timur. “Program ini sangat memungkinkan diterapkan di tempat ini. Sebab, jahe tidak hanya bisa ditanam di lahan kosong, tapi juga bisa memanfaatkan pekarangan warga dengan menggunakan polybag,” paparnya.

Ketika panen, kata pria yang juga dikenal sebagai penggiat anti-narkoba ini, jahe akan disuplai untuk memenuhi kebutuhan perusahaan pengguna. Tentunya nilai jual jahe merah ini akan mampu mendorong peningkatan perekonomian warga setempat.

Para anggota FPK Jakarta Timur semangat mengupas Kampung Pembauran

Pada kesempatan itu, Ari Budi Yuswanto Kasubdit Idewasbang Kesbangpol Jaktim menguraikan tentang peran penting FPK Jaktim dalam merealisasikan Kampung Pembauran di RW 04 Bambu Apus. “Ada banyak program unggulan FPK Jaktim yang sejatinya bisa direalisasikan dalam konteks memperkuat pembauran di tempat ini. Selain itu, implementasi Kampung Pembauran diharapkan bisa menjadi pilot project, tak hanya di DKI Jakarta, tapi juga seluruh Indonesia,” harapnya.

Harapan serupa juga disampaikan Muhammad Jazuli Kasubdit Kewaspadaan Kesbangpol Jaktim yang turut hadir pada silahturahmi yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut. “Kami menyambut baik kehadiran Kampung Pembauran ini sebagai bagian dari implementasi pemahaman wawasan kebangsaan yang sudah melekat dalam masyarakat di wilayah ini,” ujarnya.

Pertemuan membahas Kampung Pembauran

Sementara itu, Ketua RW 04 Bambu Apus Maliki menyambut baik rencana FPK Jaktim untuk merealisasikan Kampung Pembauran. “Dengan program tersebut, kami berharap spirit kebersamaan di tempat ini kian menguat,” tukasnya.

Sementara itu, Ali Pase Ketua Tim Penggerak Kampung Pembauran RW 04 menegaskan pihaknya siap bekerja sama dengan FPK Jaktim untuk merealisasikan program dalam konteks kebersamaan. Demikian pula disampaikan Rezi Ali Ketua LMK RW 04 Bambu Apus. “Program peningkatan wawasan kebangsaan maupun pemberdayaan ekonomi warga sangat mumpuni dilaksanakan di tempat ini,” tukasnya. (RN)