Otty Hari Chandra Ubayani Caketum IPPAT pada Kongres VII di Makassar, 2018 silam Foto2 by Aziz BL

Jakarta, innews.co.id – Kesepakatan perdamaian diharapkan menjadi pintu gerbang dalam upaya membenahi perkumpulan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) secara holistik. Karenanya, diharapkan para Pengwil juga bisa mendukung hal ini, sehingga wadah tunggal PPAT di Indonesia ini bisa kembali guyub.

Harapan ini disampaikan langsung oleh Otty Hari Chandra Ubayani Calon Ketua Umum PP IPPAT pada Kongres VII di Makassar, 2018 silam, kepada innews, di OH Center, Jakarta, Rabu (23/12/2020). “Saya bersyukur pada akhirnya kemelut di tubuh IPPAT bisa terurai dan menemukan solusi. Tentunya ini menjadi sinyal bagus dalam kembali membangun keguyuban yang selama ini dinantikan oleh para PPAT di Indonesia,” kata Otty.

Otty bersama rekan-rekan saat di OH Center

Apresiasi tentunya diberikan kepada Kementerian ATR/BPN yang mau turun langsung menuntaskan persoalan ini. “Mungkin kalau Kementerian ATR/BPN tidak turun, Tergugat X (Julius Purnawan) sudah ditetapkan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya dengan hukuman penjara diatas 5 tahun. Tentunya ini tidak diinginkan olehnya. Sebab, dengan ancaman hukuman sesuai pasal yang dikenakan, otomatis karirnya sebagai PPAT bisa berakhir,” jelas Otty.

Dikatakannya, sekarang ini tinggal bagaimana Pengwil-pengwil mempersiapkan Kongres Lanjutan, yang akan memilih dua Caketum peraih suara terbanyak di Makassar. Meski begitu, Otty juga meminta Gatot Tri Waluyo dari Surabaya, untuk juga mau menandatangani kesepakatan damai.

Otty Ubayani menyambut baik perdamaian IPPAT

Rencananya, Kongres Lanjutan dilaksanakan pada Februari 2021. Menurut Otty, mungkin akan dipilih tempat sebagai home base yang angka kasus Covid-19 nya rendah. Sementara di tempat lain juga diadakan via zoom meeting. Untuk pemilihan bisa dilakukan per wilayah.

Dari 11 poin perdamaian, Otty merasa sudah cukup baik. “Rasanya tidak perlu dibedah-bedah lagi. Apalagi kalau ada pihak-pihak dari kroni Tergugat X yang mau membedah ini dan itu. Kalau demikian, berarti memang ada upaya menjebloskan JP menjadi tersangka,” tegasnya.

Otty bersama teman-teman

Terkait di Pengwil, faktanya sudah ‘terbelah’ alias kubu-kubuan, Otty mengharapkan tidak perlu demikian. “Yang ada, semua pengwil harusnya mendukung upaya perdamaian ini. Jangan justru mengaburkan dan membuat persoalan mentah kembali,” serunya.

Disinggung soal dana Kongres Lanjutan, Otty menilai, tisak akan besar biayanya dan pengwil-pengwil pasti bisa menghandle. Tentunya akan didukung oleh banyak pihak. Intinya, bagaimana Kongres Lanjutan bisa berjalan baik dan IPPAT bisa kembali guyub. (RN)