Dokter Tommy Antariksa bersama ibunda tercinta Dr. Dyah Eko

Jakarta, innews.co.id – Akhir-akhir ini, nama Letda Laut Kesehatan dokter Tommy Antariksa ramai diperbincangkan. Perannya begitu sentral sebagai Koordinator Dokter Umum di RS Darurat Wisma Atlet.

Sudah lebih dari sebulan, Tommy Antariksa (29 tahun) bertugas di Wisma Atlet, mengurus ribuan pasien positif Covid-19. Ia harus rela tinggal di lingkungan Wisma Atlet dan tidak bertemu dengan keluarganya.

dr. Tommy Antariksa lagi mengenakan alat pelindung diri selama bertugas selama di Wisma Atlet

Bagi Tommy, apa yang ia lakukan merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. “Senang bisa bermanfaat bagi sesama, mengobati dan merawat orang yang suspect Covid-19 maupun yang sudah positif,” kata Tommy.

Dibalik perjuangannya yang tak kenal lelah, ada sosok Ibunda yang senantiasa memanjatkan doa demi keselamatan anaknya.

Suka menolong sesama

Ternyata ada kisah menarik dibalik karir Tommy yang mengkilap saat ini. Dengan lugas, sang Ibunda, Dr. RR. Dyah Eko Setyowati, S.Sos., SE., MM., kepada innews, Sabtu (25/4/2020), mengisahkan perjalanan dokter Tommy.

“Cita-cita Tommy menjadi dokter dimotivasi oleh neneknya Hj. Liliek Sadewo (80 tahun) yang tinggal di Malang. Saya juga mensupport penuh Tommy untuk mewujudkan cita-citanya,” kisah Dyah yang juga Ketua STIE Bisnis Indonesia ini.

Memimpin tim kerja di Wisma Atlet

Sejak kecil, lanjut Dyah, Tommy yang adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara memiliki jiwa yang suka menolong dan peduli terhadap sesama. “Dia suka meminjamkan mainannya kepada teman-teman sebayanya. Dalam bergaul pun, Tommy tidak pernah membeda-bedakan. Ia berteman dengan siapa saja. Banyak temannya anak pemulung dan tukang becak yang tinggal di sekitar rumah kami di Surabaya,” kenang Dyah.

Tidak itu saja, Tommy juga suka membagikan kue-kue dan makanan. “Sampai-sampai ia minta makanan itu diantar oleh Sumianti pengasuhnya dan Kang Min, tukang becak langganannya,” kata Dyah.

Tidak itu saja, menurut Dyah, jiwa kepemimpinan Tommy juga sudah terlihat sejak belia. Bahkan, di universitas, Tommy dipercaya menjadi ketua dokter seangkatannya.

Panggilan hidup

Dyah meyakini, menjadi dokter di dunia militer adalah panggilan hidup Tommy. “Pengabdiannya sebagai dokter militer adalah bentuk pengabdiannya untuk bangsa dan negara. Saya bangga padanya,” tambah Dyah.

Lebih jauh Dyah mengatakan, sebagai keluarga TNI, tugas adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan segenap jiwa dan raga. “Saya selalu berpesan agar dalam mengabdi, kita sungguh-sungguh dan profesional melaksanakannya,” pesannya.

Dokter Tommy akan berangkat menjemput pasien terdampak korona

Selama pandemi Covid-19 ini, sekitar 3 bulan sudah Tommy menjalankan tugasnya. “Tommy sudah bertugas saat karantina awak kapal pesiar di Pulau Natuna. Juga menangani warga Indonesia yang kembali pulang dari China, dan mengawal observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu,” ungkap Dyah.

Diakuinya, sebagai Ibu tentu ada perasaan was-was melihat tugas putranya. “Perasaan was-was seperti ini pernah saya alami ketika Tommy ditugaskan sebagai dokter di Papua yang termasuk daerah yang masih cukup rawan,” paparnya.

Hal serupa juga dirasakan Dyah saat ini. “Jujur, sekarang saya sangat was-was mengingat ganasnya virus korona. Bahkan, hingga kini sudah lebih dari 20 orang dokter dan petugas medis wafat sebagai suhada dan 600 orang lebih meninggal karena pandemi ini,” tutur Dyah.

Siap paripurnakan tugas sebagai dokter militer

Selama menangani pandemi korona, Tommy tidak bisa bertemu langsung dengan keluarga, sesuai protokol keseharan. Hanya melalui video call dan whatsapps saja.

Secara khusus, Dyah mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar para dokter dan petugas medis diberi kekuatan dan kesehatan prima selama bertugas.

Selain itu, kata Dyah, sebagai orangtua dari dokter yang sehari-hari menangani pasien korona dan masyarakat berharap agar pemerintah tetap memprioritaskan anggaran untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis. Karena ini merupakan senjata utama tim medis maju ‘berperang’ melawan virus korona. (RN)