Sedot Lemak Rp 300 Juta Artis ND Berujung Maut, Dugaan Malpraktik Menguat

Dugaan malpraktik dibalik tewasnya artis Nani Aprilia Darham, pemeran di film Air Terjun Pengantin, 21 Oktober 2023 lalu Foto: Kapanlagi.com

Jakarta, innews.co.id – Sedot lemak artis Nani Aprilia Darham (ND) berbiaya Rp 300 juta berakhir tragis. Ia harus meregang nyawa, meninggalkan dua anaknya yang baru lahir dan masih balita. Sementara Klinik Kecantikan TC, tempat ND ‘dieksekusi’ masih bungkam. Pun para dokter yang melakukan proses pembedahan, diam seribu bahasa. Lantas siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa pemeran di film Air Terjun Pengantin ini?

Muncul dugaan malpraktik dibalik misteri kematian ND. Hal tersebut diungkap Kuasa Hukum Keluarga ND Hartono Tanuwidjaja, dalam jumpa persnya, di Jakarta, sesaat sebelum dirinya take off, Selasa (21/11/2023).

“Kami sudah laporkan kasus ini ke Polres Jakarta Selatan dengan nomor: LP/B/3201/X/2023/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya, pada (22/10/2023), atau sehari setelah ND dinyatakan meninggal dunia. Kami menduga ada malpraktik dibalik tragedi ini,” kata Hartono.

Diduga kuat ND meninggal saat menjalani operasi sedot lemak. Dari hasil visum di RS Polri Soekanto ditemukan ada 3 luka tiga bekas luka, satu di punggung tangan dan 2 bekas sayatan di perut. “Kami telah mengajukan laboratorium kriminal dengan sampel organ tubuh ND di Labkrim UI untuk mengetahui jenis obat apa saja yang masuk ke tubuh korban. Uji lab itu dibawah pengawasan dari RS Polri. Kemungkinan hasil lab keluar akhir November ini,” tambah Handoko.

Mencurigakan sejak awal

Dikisahkan, awalnya, pada 6 Oktober 2023, ND mendaftar sebagai pasien untuk tindakan medis berupa ‘Liposuction’ di Klinik TC di bilangan Abdul Majid, Jakarta Selatan, dengan membayar uang muka Rp 10 juta. Dan direncanakan akan ‘dieksekusi’ pada November 2023.

Pada, 19 Oktober 2023, ND melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan di Laboratorium Klinik Prodia, di Kebayoran Baru, dengan hasil ‘Baik’.

Klinik TC memajukan jadwal operasi, menjadi 21 Oktober 2023. Di Hari-H, biaya operasi ND naik jadi Rp 300 juta lantaran ada tambahan operasi di bagian bokong dan panggul. ND sempat mengontak sang suami James, terkait tambahan biaya operasi tersebut.

Alhasil, usai menyelesaikan pembayaran, ND langsung naik ke Lantai 2 dan masuk ruang operasi. Sekitar Pukul 17.45 WIB, pihak Klinik TC mengontak saksi Erika Puspitasari yang mendampingi ND sebelumnya, meminta nomor telepon suaminya. Ketika ditelepon, suaminya diminta langsung ke RS Dr. Suyoto, Bintaro, Jaksel. Dengan ambulance, ND dilarikan ke RS Dr. Suyoto, sementara saksi Erika kabarnya dilarang mendampingi ND di dalam ambulance, tanpa alasan jelas.

Setibanya di RS DR. Suyoto, dokter jaga dr. Juvensius menyatakan bahwa ND telah menunggal dunia sebelum tiba di rumah sakit tersebut.

Setibanya di RS Dr. Suyoto, suami ND menyaksikan keluarnya darah dari mata dan hidung ND. “Pihak keluarga menduga ada malpraktik dibalik misteri meninggalnya ND. Padahal, ND baru dua bulan melahirkan anak keduanya. Namun, Klinik TC memberi jaminan operasi liposuction tetap bisa dilakukan meski belum 6 bulan pasca operasi. Bahkan dr. Daru Mahandaru di Klinik TC tersebut dengan santainya meminta ND tidak khawatir akan risiko operasi tersebut,” sebut Hartono.

Dia menguraikan, pasal yang dilaporkan dalam perkara dugaan malpraktik (sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan jo. Keppres No. 56 Tahun 1995 Tentang Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan Indonesia (MDTKI). Juga melanggar Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran jo. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Malpraktek jo. Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan jo. Pasal 359 jo. Pasal 360 jo. Pasal 361 KUHPidana.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dari Klinik TC. “Tidak mungkin ada restorative justice dalam kasus ini karena hilangnya nyawa seseorang,” tegas Hartono.

Dia juga meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dapat membantu penyelesaian kasus ini. Salah satunya agar kedepan tidak ada korban jiwa lagi akibat praktik-praktik yang diduga menyalahi prosedur tersebut. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan