Seknas Dakwah Jabodetabek nyatakan sikap mendukung TNI-Polri

Jakarta, innews.co.id – Sikap tegas Polri dan TNI terkait kasus kerumunan massa di kediaman Muhammad Habib Rizieq (MRS) Petamburan dan penertiban baliho-baliho liar di wilayah Jakarta diapresiasi oleh Seknas Dakwah Jabodetabek–komunitas para ulama Muslim. Tidak itu saja, Seknas Dakwah berharap TNI-Polri bisa tegas menindak kelompok-kelompok radikal pemecah belah bangsa.

“Mencermati maraknya dakwah, orasi, dan unduhan di media sosial yang bernuansa politis dan terkesan menyalahkan pemerintahan Jokowi, bahkan cenderung menghina dan menyerang kelompok lain, dimana terkesan menggiring umat kearah polarisasi dan perpecahan serta adu domba di kalangan sesama umat Muslim, kami menilai, ini sangat membahayakan karena berpotensi menjerumuskan umat ke jurang perang saudara seperti yang terjadi di Irak, Libya, Suriah, Afghanistan, dan negara-negara Arab lainnya,” ujar Seknas Dakwah dalam rilisnya, di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Seknas Dakwah menilai, sesuai fiqih ahli sunnah waljamaah, haram hukumnya berlaku makar dan melawan pemerintahan yang sah. “Kami menolak segala bentuk dakwah yang berpotensi memecah belah dan memprovokasi perlawanan terhadap pemerintah yang sah, radikalisme, dan intoleran,” ujar Seknas Dakwah Jabodetabek dalam rilisnya yang ditandatangani K.H. Rizal Maulana (Ketua) dan T. Mulyadi (Sekretaris) dan Monisyah selaku Pembina ini.

Untuk menjaga keutuhan bangsa, Seknas Dakwah mendukung langkah TNI-Polri, mulai dari preemtif, preventif, sampai (bila perlu) represif. “Kami bersama-sama TNI-Polri dalam melawan segala bentuk radikalisme dan tendesi perpecahan bangsa, seperti yang kian marak akhir-akhir ini,” ujar Seknas Dakwah.

Pihaknya juga mengimbau para pemuka agama, ulama, habaib, dan para ustad untuk selalu mengedepankan semangat dakwah bil hal (keteladanan dalam perbuatan) dan akhlaqul karimah (sikap, perilaku, tutur kata, dan nasihat) seperti yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW, guna terwujudnya Islam rahmatan lil alamin dengan damai dan sejuk.

Kepada umat Islam, Seknas Dakwah Jabodetabek mengimbau agar lebih bijak, tidak mudah terpengaruh oleh ajaran-ajaran radikal dan intoleran serta ajakan-ajakan yang menjerumuskan dalam implementasi ajaran Islam. Juga mengecek, menseleksi, bahkan berani melaporkan kepada pihak yang berwenang bila menemukan ceramah, tulisan, atau konten-konten media sosial yang sifatnya provokatif, intoleran, dan radikal. “Bila ada laporan dari pihak lain mengenai hal tersebut, jangan segan-segan meneruskan kepada pihak berwenang,” tutup Seknas Dakwah Jabodetabek. (RN)