Ustad Rizal Maulana Ketua Seknas Dakwah Jokowi se-Jabodetabek

Jakarta, innews.co.id – Demonstrasi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dilakukan gabungan beberapa ormas, pekan lalu, sarat dengan kepentingan dari kelompok tertentu dan telah dibelokkan oleh politik praktis. Hal ini nampak dari teriakan-teriakan pendemo yang meminta Presiden Joko Widodo untuk mundur.

Hal ini diungkap oleh Ustad Rizal Maulana Ketua Seknas Dakwah Jokowi se-Jabodetabek dalam pesannya kepada innews, Selasa (30/6/2020). “Tujuan demo jadi sumir lantaran sorakan-sorakan sumbang dari peserta ‘turun Jokowi, turun Jokowi, turun Jokowi sekarang juga’. Jadi tidak jelas,” ujar Rizal.

Lebih jauh Rizal mengatakan, “Demo itu sarat dengan kepentingan dari kelompok tertentu yang keberadaannya sudah dilarang pemerintah. Karena mereka kan tidak bisa menerima Pancasila sebagai dasar ideologi negara dan bangsa Indonesia”.

Dengan lugas Rizal mengatakan, “Seolah-olah (yang melakukan aksi) paham dan cinta Pancasila, padahal dibalik semua itu ada hal lain yang mereka bungkus agar maksud dan tujuan sebenarnya tercapai”.

Secara kasat mata, tambah Rizal, bisa dilihat demo menentang¬†RUU HIP ada agenda politik terselubung yang dibawa. “Kita harus waspadai dan mencurigai setiap gerakan dan manuver politik kelompok ini,” tandas Rizal yang juga Wakil Ketua Seknas Jokowi DKI Jakarta ini.

Dia berkeyakinan, mayoritas rakyat Indonesia sejak Orde Baru sudah mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Masyarakat juga sudah pintar. Sehingga, faktanya tidak perlu dibelokkan.

“Kami Seknas Dakwah Jokowi dan elemen organ-organ lainnya sebagai pendukung Presiden Jokowi, siap melawan dan menjadi garda terdepan untuk menghadapi kelompok ini,” tegas Rizal. (RN)