Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran

Jakarta, innews.co.id – Sikap humanis para personil kepolisian saat menangani aksi demo mahasiswa di Jakarta menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Bahkan, para pendemo pun angkat jempol.

“Sebagai mitra juang Polda Metro Jaya, kami Seknas Jokowi mengapresiasi kesolidan, ketegasan, dan sikap humanis yang diperlihatkan para personil Polda Metro Jaya dalam memberi pengamanan aksi demo mahasiswa di Jakarta,” kata Monisyah, Ketua Seknas Jokowi Jabodetabek sekaligus Wakil Ketua Umum DPN Seknas Jokowi, melalui keterangan persnya di Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Menurut Monisyah, Polda Metro Jaya dibawah kepemimpinan Irjen Pol Muhammad Fadil Imran telah sukses menunjukkan bahwa sejatinya polisi adalah sahabat masyarakat. “Pengawalan demo berjalan baik. Aparat kepolisian telah bekerja keras dan menerapkan konsep family touch (sentuhan kekeluargaan) terhadap pendemo, terkhusus bagi para mahasiswa,” ujarnya.

Monisyah mengatakan, apa yang dilakukan Kapolda Metro Jaya bisa menjadi contoh bagi polda-polda se-Indonesia. “Tak hanya itu, bila polisi telah berubah, maka masyarakat pun harus konsisten mentaati aturan-aturan yang ada, bukan sebaliknya,” cetus Monisyah.

Dia menambahkan, kalau pun sempat terjadi aksi saling dorong, itu lebih diakibatkan adanya oknum-oknum yang memprovokasi. Demikian juga tindak kekerasan yang dialami Ade Armando, kata Monisyah, bukan dilakukan oleh mahasiswa, melainkan oknum-oknum penyusup yang coba memanaskan situasi.

“Aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan Ade Armando dari tindak anarkhi oknum-oknum tersebut dan langsung melarikan ke rumah sakit. Sekarang, satu per satu pelaku sudah dicokok polisi. Itu bentuk ketegasan polisi untuk menyelesaikan kasus ini,” tukasnya.

Di sisi lain, Monisyah mengatakan, Seknas Jokowi turut prihatin terhadap aksi kekerasan yang menimpa Ade Armando. “Persoalan ini harus diusut tuntas dan pelaku harus dihukum karena tindak penganiayaan tidak dibenarkan,” pungkasnya. (RN)