Bambang Mugiarto, Ketua Seknas Jokowi Jawa Tengah dan analis senior dari Pusat Studi Politik dan Kebijakan Strategis Indonesia (Polkasi) Janu Wijayanto

Jakarta, innews.co.id – Kehadiran vaksin Nusantara merupakan karya yang fenomenal dan monumental karena dibuat oleh anak bangsa sendiri. Sekaligus menjadi penanda bahwa Indonesia bisa mandiri dan berdikari sebagaimana diungkapkan Bung Karno sebagai Proklamator Indonesia.

Hal ini dikatakan Bambang Mugiarto, Ketua Seknas Jokowi Jawa Tengah, dalam rilisnya yang diterima innews, Jum’at (19/2/2021). “Kita mendukung sekali kemandirian dan seyogianya seluruh pihak mendukung upaya kemandirian bangsa sendiri seperti produksi vaksin Nusantara ini” ujarnya.

Bambang menambahkan, munculnya vaksin Nusantara juga merupakan tanda kebangkitan Indonesia. Banyak pihak nampak antusias dan optimis, vaksin Nusantara yang salah satunya digawangi oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ini akan membawa perubahan bagi bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi.

“Saya optimis dengan kehadiran vaksin Nusantara ini, sekaligus mengapresiasi usaha membuat vaksin tersebut,” ujar Bambang lagi.

“Pandemi Covid-19 ini menjadi musuh bersama. Untuk itu, vaksinnya pun harus benar-benar diperhatikan karena menyangkut keselamatan jiwa warga bangsa. Kita dukung sekali inisiatif terbaik yang bisa Indonesia lakukan untuk bisa atasi pandemi saat ini. Situasi begini Indonesia harus bangkit,” imbuhnya.

Sementara itu, analis senior dari Pusat Studi Politik dan Kebijakan Strategis Indonesia (Polkasi) Janu Wijayanto mengatakan, adanya vaksin Nusantara membuktikan dan melahirkan kebanggaan nasional. “Secara tidak langsung menyampaikan kalau Indonesia juga bisa berkiprah dalam memberi solusi atas pandemi yang menjadi persoalan global,” jelasnya.

Diakuinya, saat ini sedang terjadi persaingan geopolitik ‘vaksin’. Dalam situasi semacam itu tentu bukan hal mudah, dimana untuk menciptakan vaksin sendiri harus didukung kekuatan multi-pihak, terutama dari unsur negara. Para stakeholders di negeri ini seperti pihak intelijen, industri farmasi, kesehatan, keuangan, dan sebagainya, harus mendukung hal tersebut.

Janu menilai keberadaan vaksin bukan saja sebatas public goods lagi, tetapi sudah menjadi barang strategis saat ini. Karenanya, seperti vaksin Nusantara jelas perlu didukung oleh kehadiran negara dengan pendekatan multi-stakeholders untuk mengawalnya sebagai produk guna memenangkan kepentingan nasional. Namun juga harus dicatat bahwa prosedur dan tahapan vaksinnya harus dengan standar internasional dan sudah teruji dalam mencegah Covid-19. (RN)