Delegasi Indonesia dipimpin Dr. Giwo Rubianto Wiyogo dalam Sidang Umum ICW di Paris, Perancis

Jakarta, innews.co.id – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., secara resmi terpilih sebagai Wakil Presiden International Council of Women (ICW) dalam Sidang Umum di Avignon, Prancis, 16 Mei hingga 22 Mei 2022.

Dalam keterangan resminya, Rabu (18/5/2022), Ketua Kowani, Erry Simanjuntak mengatakan, “Dari tujuh kandidat yang mencalonkan sebagai wakil presiden, sebanyak lima kandidat mendapatkan suara tertinggi dan terpilih. Salah satunya adalah Giwo Rubianto Wiyogo.

Sebagian peserta Sidang Umum ICW di Paris, Perancis

Dijelaskan, selain Giwo, empat kandidat lainnulya yang duduk sebagai Wakil Presiden ICW ladalah Fatma Fatos Inal (Turki), Pushpa Hedge (India), Jamal Hermes Ghibril (Lebanon), dan Nona Ricafort (Filipina).

“Terpilihnya Ibu Giwo merupakan suatu kebanggaan bagi perempuan Indonesia,” kata Erry.

Pada sidang umum tersebut, Indonesia mengirimkan 12 delegasi yakni, Giwo Rubianto, Erry Simanjuntak, Hadriani Uli Tiur Silalahi, Susianah Affandy, Marlinda Poernomo, Tantri Dyah Kiranadewi, Lisye Sinulingga, Nawal Nur Arafah, Kartika Yudhisti, Rizki Fardillah, Sharmila, dan Farah Savira.

Dikatakannya, sidang umum ICW kali ini membahas sejumlah isu terkait perlindungan perempuan di seluruh dunia. Acara dilanjutkan dengan simposium yang dibuka oleh Ketua Umum CNFF, organisasi perempuan di Prancis, Marie Claude Bertrand.

Pada sesi pertama simposium dibahas tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Berbagai narasumber mengulas betapa kritikal kondisi statistik saat ini, yang mana satu dari tiga perempuan di dunia adalah korban kekerasan, baik secara fisik, emosional, seksual, maupun finansial. Selain itu, juga dibahas masalah perempuan sebagai garda terdepan untuk agen perubahan dan edukasi untuk generasi masa depan. Berbagai aksi dan tools dapat digunakan untuk langkah preventif

Sedang di sesi kedua, dibahas kesetaraan gender dengan memberikan kebebasan untuk perempuan dan anak. Sebanyak tujuh pembicara membahas berbagai topik, di antaranya hak perempuan, akses ke pendidikan, kesehatan perempuan, dan keberagaman gender dalam dunia perdagangan dan profesional.

Berbagai pemimpin perempuan telah mendapatkan kesepakatan untuk memberikan kesempatan dan melibatkan lebih banyak perempuan sebagai pengambil keputusan dan memulai fokus ke generasi penerus untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas. (RN)