Penyerahan K3 Awards kepada tokoh Sulut Vence Rumangkang

Jakarta, innews.co.id – Bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, sekitar 6.000 warga Kawanua se-Jabodetabek berkumpul bersama untuk merayakan Paskah serta Hari Ulangtahun Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) ke-45.

Sejak pagi hari, warga Kawanua telah berdatangan ke tempat tersebut. Acara ibadah berjalan khidmat di bawah tenda yang memanjang memayungi ribuan warga tersebut.

Serangkaian acara budaya dan seni pun ditampilkan pada kesempatan tersebut. Dalam keterangannya Elena Thai, Ketua Panitia mengatakan, wadah ini adalah persatuan dan kekeluargaan dari para perantauan asal Minahasa dan Sulut pada umumnya.

Kita tentu berharap di usia ke-45 ini, K3 akan semakin rukun serta mampu mengembangkan rasa tolong menolong. “Sebagai sesama perantauan, tentu kita punya spirit yang sama. Karena itu, kita mau bukan saja menjalin kekeluargaan, tapi juga bisa memelihara akar budaya kita,” imbuhnya.

Elena menolak bila dikatakan K3 ada dua kubu. “K3 tetap satu. Yang namanya berorganisasi dan berdemokrasi, soal perbedaan itu hal yang biasa. Kita merasa tidak ada kubu-kubuan,” tandasnya seraya mengatakan kepengurusan K3 yang dipimpin oleh Ronny Sompie yang legitimate dan diakui pemerintah.

Sementara itu, Vence Rumangkang mengharapkan kalau sekarang K3 telah memiliki 17 pengurus daerah, maka ke depan harus bisa ada di 34 provinsi. “Di era Pak Ronny Sompie, K3 berkembang sedemikian rupa. Tentu kita berharap ke depan akan semakin baik lagi,” ujarnya.

Melalui K3 ini, Vence berharap warga Sulut yang berada di Jakarta dan perantauan lainnya bisa saling bantu membantu dan menjaga kekeluargaan dengan baik.

Di tempat yang sama, Ronny Frangky Sompie mengatakan, “Target kami adalah konsolidasi. K3 harus menjadi rumah bersama bagi warga Sulut di perantauan”.

Elena Thai (paling kiri), Ketua Panitia

Ditambahkan Ronny yang sejak 2017 melalui MPA ke-8 menjadi Ketua Umum K3, “Saya rindu mempersatukan dua kubu di K3. “Saya bersedia turun bilamana mereka mau bergabung. Silahkan saja kalau ketua dari sana yang mau memimpin. Itu sebagai bagian dari pelayanan dan pengorbanan kita,” tukasnya.

Ronny menandaskan, kita harus membawa damai dan sabar. “Inspirasi untuk melakukan konsolidasi sangat penting dan urgen. Prinsip si tou timou tumou tou harus benar-benar diterapkan,” ujarnya. (IN)