Dr. Sofyan Djalil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam Seminar Online menyambut ulangtahun ke-33 Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang digagas oleh Pengurus Wilayah IPPAT Jawa Barat bekerja sama dengan Pengurus Daerah IPPAT Betasuka (Kota/Kabupaten Bekasi, Purwakarta, Subang, dan Karawang), Senin (21/9/2020)

Bandung, innews.co.id – Digitalisasi data menjadi keniscayaan guna mendukung percepatan kinerja dalam reforma agraria. Ini juga sejalan dengan konsep revolusi industri 4.0.

Hal tersebut secara gamblang dipaparkan Dr. Sofyan Djalil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam Seminar Online menyambut ulangtahun ke-33 Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang digagas oleh Pengurus Wilayah IPPAT Jawa Barat bekerja sama dengan Pengurus Daerah IPPAT Betasuka (Kota/Kabupaten Bekasi, Purwakarta, Subang, dan Karawang), Senin (21/9/2020).

Osye Anggadarri Ketua IPPAT Jawa Barat

“Dalam rangka Reforma Agraria, maka perlu penerapan digitalisasi data yang sifatnya menyeluruh,” ungkap Sofyan Djalil dihadapan sekitar 1.000 peserta seminar daring tersebut.

Tidak itu saja, lanjut Menteri Sofyan, kedepan pembinaan dan pengawasan akan lebih intensif dijalankan. Dia juga mengkritisi masih banyak terjadi pelanggaran yang dilakukan, bahkan oleh PPAT. “Sebagai pembuat akta tanah, para PPAT juga harus menjaga profesionalitas dalam bekerja,” imbuh Sofyan.

Pemotongan tumpeng HUT IPPAT ke-33 oleh Osye Anggadarri Ketua IPPAT Jawa Barat

Pada kesempatan itu juga tampil sebagai pembicara, Dr. Andi Tenrisau Dirjen Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN, Dr. Habib Adjie (Notaris/PPAT, dosen). Tema yang diusung dalam acara yang dibagi dua sesi tersebut yakni, “Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan dan Reforma Agraria di Era Digitalisasi Serta Pemahaman Hukum Atas Putusan MK No. 21/PUU-XVIII/20 tentang Hak Tanggungan”.

Ketua IPPAT Jabar Osye Anggadarri (tengah) bersama Sekum dan Bendahara, sukses menggelar seminar online dalam rangka HUT IPPAT Ke-33

Sementara itu, Osye Anggadarri Ketua IPPAT Jawa Barat kepada innews, mengatakan, kegiatan Seminar Online ini menjadi kado terbaik untuk segenap anggota IPPAT. Begitu juga dengan hadirnya Menteri ATR/BPN dan Dirjen sekaligus sangatlah luar biasa.

Para pengurus IPPAT menyampaikan sambutan

Osye berharap, dengan bersamaannya perayaan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional dan Milad IPPAT, maka sinergitas akan semakin kuat sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat luas.

Kepada para anggota IPPAT, Osye mengharapkan di usia perkumpulan ke-33, maka para PPAT dapat lebih mencintai organisasi dengan menjadikan sebagai rumah yang teduh dan menentramkan anggotanya. Bukan sebaliknya, organisasi ini malah menyerupai rumah yang gaduh dan sangat tidak nyaman untuk berlindung.

Panitia berjibaku menyiapkan acara HUT IPPAT ke-33

“Kita bernaung dibawah payung yang sama. Kalaupun ada riak-riak itu hal biasa ditengah perbedaan. Namun, kita harus memelihara komitmen untuk bersama menjaga keteduhan dan ketentraman rumah kita,” pungkasnya. (RN)