Dr. Ir. Riwantoro, MM., Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian

Makassar, innews.co.id – Hidup sehat ditengah masyarakat harus menjadi budaya, terlebih di masa pandemi ini. Hal tersebut dapat dicapai melalui penyediaan pangan sehat dan perbaikan gizi. Pemanfaatan produk pangan lokal sangat membantu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat.

Hal ini secara komprehensif dibahas dalam Seminar Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin Makassar bekerjasama dengan Tzu Chi Sinar Mas dengan topik “Optimalisasi Pangan Lokal Bagi Kelompok Rentan Gizi”, Sabtu (8/8/2020). Acara ini juga dalam rangka Dies Natalis Unhas ke-64.

Dr.Aminuddin Syam,SKM,M.Kes,M.Med.ED., Dekan FKM Unhas

Tampil sebagai pembicara Direktur Gizi Masyarakat Dr. Dhian Probhoyekti Dipo, SKM., MA., yang menyajikan materi pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita melalui pangan lokal. Juga tampil Dr. Ir. Riwantoro, MM., Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian yang membawakan materi optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi kelompok rentan, serta Guru Besar FKM Universitas Hasanudin Makassar, Prof. Dr. Veny Hadju, MSc., yang memaparkan riset-riset terkait optimalisasi pangan lokal bagi kelompok rentan gizi.

Seminar tersebut dibuka oleh Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.ED., yang juga sebagai Ketua Panitia Dies Natalis Unhas ke-64. Turut memberikan sambutan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan Universitas Hasanuddin Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., serta pembina Tzu Chi Sinar Mas Indonesia, Hong Tjhin.

Guru Besar FKM Universitas Hasanudin Makassar, Prof. Dr. Veny Hadju, MSc

Dalam acara tersebut, terungkap bahwa konsumsi sayur dan buah pada masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Sementara konsumsi beras terlalu besar. Untuk itu, perlu diversifikasi atau penganekaragaman misalnya dengan singkong dan umbi-umbian. Dalam hal ini dapat memanfaatkan pekarangan maupun lahan sekitarnya yang masih belum digunakan.

Hal ini sangat berguna juga untuk menurunkan pengeluaran belanja di tiap rumah tangga. Bahkan bisa meningkatkan pendapatan keluarga serta mendukung program nasional penurunan stunting.

Direktur Gizi Masyarakat Dr. Dhian Probhoyekti Dipo, SKM., MA

Diyakini, pangan lokal juga mampu memberi kesehatan maksimal. Hanya saja perlu pengetahuan untuk modifikasi menu dan bahan makanan yang sesuai prinsip gizi seimbang, baik secara makro maupin mikro, utamanya bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.

Menurut Dr. Dhian Probhoyekti Dipo, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat haruslah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Pangan lokal mudah didapat dari sumber daya lokal setempat, harga terjangkau sehingga masyarakat dapat lebih berdaya.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan Universitas Hasanuddin Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D

Secara khusus Prof. Dr. Veny Hadju memaparkan sejumlah hasil penelitian dari FKM Unhas, diantaranya, adalah tanaman kelor (Moringa oleifera) yang memiliki beberapa khasiat antara lain, kandungan asam lemak, asam amino essensial, dan zat besi yang tinggi. “Pangan lainnya adalah madu, formula tempe terhadap status gizi anak, VCO (Virgin Coconut Oil) terhadap status gizi pada anak gizi kurang usia 6-23 bulan dan telur yang kaya akan choline yang tidak hanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak, juga berdasarkan hasil penelitian dapat meningkatkan berat badan dan kadar Hb ibu hamil di Puskesmas Kassi Kassi Makassar,” urai Prof Veny.

Pembina Tzu Chi Sinar Mas Indonesia, Hong Tjhin

Di akhir acara, dipresentasikan implementasi kegiatan Tzu Chi Sinar Mas dalam upaya membantu percepatan penurunan stunting yang dibawakan oleh drg. Mitha Wulandari dan dipandu oleh Dr. dr. Lucy Widasari, MSi., dari Tim Percepatan Pencegahan Stunting (TP2AK).

Menurut Dr. Lucy, Pemerintah Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk menurunkan prevalensi stunting yang dapat dipercepat dengan inovasi dukungan strategis. “Prinsip Yayasan Tzu Chi yaitu, kemandirian dan menghargai kearifan lokal sangat tepat dengan aksi nyata, aplikasi langsung di masyarakat sehingga dapat menjembatani Perguruan Tinggi dengan masyarakat, khususnya dalam optimalisasi pemanfaatan pangan lokal,” jelas Dr. Lucy Widasari dalam sebuah wawancara didampingi drg. Lusy Damayanti, SpKGA., SBG., panitia Dies Natalis Unhas usai webinar.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Hasanuddin Makassar pada September 2020 diantaranya, seminar nasional dan internasional, pengabdian masyarakat, lomba seni virtual, tabligh akbar, temu alumni nasional, pameran dan kegiatan ilmiah yang akan semakin mengokohkan Universitas Hasanuddin Makassar sebagai Humaniversity dalam adaptasi kebiasaan baru. (RN)