4.1.1

Jakarta, innews.co.id – Melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selalu berusaha untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi minyak dan gas bumi – salah satunya dengan mengembangkan proyek lapangan gas SP.

Saat ini, tahap fabrikasi Anjungan SPA telah selesai dan pada 26 Februari  telah dilanjutkan dengan seremoni Sail Away Anjungan SPA di Handil-1 Yard, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Sejak dimulainya tahap fabrikasi, Agustus 2017 lalu, saat ini Anjungan SPA akan segera dipasang di Lapangan SP yang berada di dekat kompleks Bravo Flowstation, perairan utara Subang, Jawa Barat.

“Perjalanan menuju lokasi pemasangan akan memakan waktu selama sekitar sembilan hari. Awal Maret, pemasangan Anjungan SPA yang terdiri atas pile, jacket, dan topside anjungan sudah dapat dilakukan,” urai General Manager PHE ONWJ Siswantoro M. Prasodjo.

Sebelum pemasangan anjungan dilakukan, pemasangan pipa penyalur bawah laut sepanjang 11,3 km telah terlebih dahulu dilakukan. Pipa bawah laut tersebut akan digunakan untuk menyalurkan produksi gas dari Anjungan SPA ke fasilitas Bravo Flowstations untuk diproses sebelum dijual.

Sementara itu, Direktur Development PHE Afif Saifudin mengatakan, “Sejak penerapan Gross Split di ONWJ, kami harus beroperasi secara efisien agar keuntungan untuk negara dan perusahaan bisa optimal”.

Proyek senilai USD 92,7 juta ini direncanakan dapat mulai berproduksi pada September 2018 dengan peak production direncanakan sebesar 30 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Siswantoro menambahkan, “Produksi dari Lapangan SP akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri sehingga dapat menjadi pendorong roda perekonomian industri-industri di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ”.

Pada tahun 2018, target produksi minyak dan gas bumi PHE ONWJ adalah sebesar 32.300 barel per hari dan 123,5 MMSCFD.

Untuk lingkup pekerjaan lepas pantai, dilakukan sepenuhnya oleh tenaga kerja dalam negeri berjumlah 525 orang dengan target jam kerja aman 600.000 jam. (RN)