Medan, innews.co.id – Penolakan terhadap pelaksanaan Konferensi Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Sumatera Utara kian meluas.

Setelah sebelumnya Dr. Henry Sinaga, SH., Sp.N., M.Kn., yang digadang-gadang menjadi calon Majelis Kehomatan Wilayah (MKW) Sumut menolak menghadiri Konferwil, dilanjutkan dengan bakal calon ketua umum Pengwil IPPAT Sumut Nuriati, SH., MKn., yang menolak dicalonkan dan memutuskan tidak hadir, kini Dr. Ferry Susanto Limbong, SH., M.Hum., bakal calon Ketua Pengwil IPPAT Sumut lainnya juga menyatakan sikap yang sama.

Bahkan, secara tegas Ferry meminta Konferwil untuk ditunda pelaksanaannya. “Ya, sebaiknya konferwil ditunda demi kenyamanan bersama mengingat hasil Konferwil VII IPPAT di Makassar dalam proses gugatan di pengadilan,” kata Ferry.

Ia khawatir putusan pengadilan membatalkan hasil Kongres VII, tentu otomatis produk di bawahnya juga akan batal demi hukum.

“Pelaksanaan konferwil bisa berdampak bagi semua anggota IPPAT dan membutuhkan biaya kembali untuk mengadakan konferwil ulang,” jelasnya.

Pelaksanaan Konferwil IPPAT Sumut terkesan dipaksakan, sebab lima wilayah yang telah mengadakan konferwil tengah digugat.

“Melihat sudah lima pengwil yang digugat, saya sebagai calon ketua tidak ingin ada kegaduhan di IPPAT. Cukuplah di lima pengwil tadi. Makanya konferwil Sumut baiknya ditunda agar tidak digugat.

Untuk itu, demi menghormati proses hukum yang tengah berjalan, Ferry memutuskan tidak menghadiri Konferwil IPPAT Sumut.

Dukungan penundaan konferwil juga datang dari mantan Ketua IPPAT Sumut Agus Armaini RY, SH. (RN)