BPK Penabur Jakarta, mengawali tahun 2021, mengadakan temu virtual dengan para guru dan karyawannya guna menjalin komunikasi dan memberi siraman motivasi. Acara bertema 'Menapaki 2021 dengan Spirit Baru’ ini diikuti lebih kurang 2.098 guru dan karyawan di lingkungan BPK Penabur Jakarta

Jakarta, innews.co.id – Pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang masih diterapkan di awal 2021 ini melahirkan tantangan tersendiri bagi sekolah-sekolah, utamanya di wilayah DKI Jakarta. Untuk itu, dibutuhkan strategi-strategi, tidak hanya bagi peserta didik, tapi juga para pendidik. Kerinduan untuk mengajar secara langsung menjadi tantangan terberat mayoritas pendidik.

Menyikapi hal tersebut, secara khusus BPK Penabur Jakarta, mengawali tahun 2021, mengadakan temu virtual dengan para guru dan karyawannya guna menjalin komunikasi dan memberi siraman motivasi. Acara bertema ‘Menapaki 2021 dengan Spirit Baru’ ini diikuti lebih kurang 2.098 guru dan karyawan di lingkungan BPK Penabur Jakarta.

Ir. Antono Yuwono, Ketua BPK Penabur Jakarta

Pada kesempatan itu, Ir. Antono Yuwono, Ketua BPK Penabur Jakarta, dengan gamblang memaparkan perubahan serta strategi yang akan dilakukan oleh BPK Penabur Jakarta, yakni: Pertama, melakukan transformasi digital dimana BPK Penabur Jakarta mempersembahkan pendidikan bermutu berdasarkan nilai-nilai Kristiani untuk peserta didik di seluruh Nusantara.

Kedua, persiapan blended learning setelah Covid-19 usai, yakni konsep pembelajaran
yang mengombinasikan antara tatap muka dan secara online dengan memanfaatkan berbagai media dan teknologi. Ketiga, penguasaan Bahasa Inggris dan teknologi untuk tenaga pendidik dan kependidikan BPK Penabur Jakarta. Keempat, penguasaan digital literacy, bukan hanya sekedar kemampuan membaca informasi di media digital, tetapi juga kemampuan untuk mencari, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang didapatkan.

Deddy Budiman, Pengurus BPK Penabur Jakarta memberikan tips dengan topik ‘Menjaga Spirit Kerja pada Masa Pandemi’

Secara khusus, Antono Yuwono mengajak tenaga pendidik dan kependidikan BPK Penabur Jakarta untuk mengingat kembali tugas dan tanggung jawabnya. “Menjadi guru itu haruslah memberikan contoh dan panutan bagi para peserta didiknya. Untuk itu, sebagai pribadi, guru juga harus memiliki tujuan yang jelas dan menyadari kalau bekerja menjadi guru merupakan panggilan dari Tuhan ditengah kehidupan bermasyarakat. Oleh karenanya, Bapak dan Ibu harus melaksanakan tugas sebagai seorang guru dengan senang hati serta maksimal,” pesan Antono Yuwono.

Sementara itu, dalam menyiasati rasa jenuh dan bosan yang dialami oleh para guru dan karyawan yang bekerja pada situasi pandemi dimana tidak bisa bertemu anak didik dan rekan kerja secara langsung, secara khusus Deddy Budiman, Pengurus BPK Penabur Jakarta memberikan tips dengan topik ‘Menjaga Spirit Kerja pada Masa Pandemi’.

Irwanto Hartono Direktur Pelaksana BPK Penabur Jakarta

“Selalu bergembira dan percaya akan pertolongan Tuhan. Lalu, mencari informasi untuk mengembangkan kemampuan diri sebagai seorang guru juga merupakan hal yang penting,” ujar Dedy Budiman.

Siraman motivasi juga disampaikan Irwanto Hartono Direktur Pelaksana BPK Penabur Jakarta, yang mengajak seluruh karyawan agar terus mematuhi protokol kesehatan sehingga dapat menjaga kesehatan keluarga besar BPK Penabur Jakarta, termasuk peserta didik.

Yudhian Fantoni, Pengurus BPK Penabur Jakarta

Semangat dan motivasi dalam memberikan pelayanan terbaik di masa PJJ juga diingatkan kembali oleh Yudhian Fantoni, Pengurus BPK Penabur Jakarta.

Melalui acara ini, BPK Penabur Jakarta ingin mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan agar siap melayani peserta didik dengan penuh semangat dan sukacita karena Tuhan yang akan selalu memberikan kekuatan. (RN)