Para Ketua Pengwil IPPAT perempuan. Atas: Paula Salahuddin (kiri), Ratna Neli (kanan); Bawah: Isy Karimah (kiri), Mayasusi (tengah), Osye Anggadarri (kanan)

Jakarta, innews.co.id – Peran wanita begitu terasa dalam tubuh perkumpulan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT). Diantara sejumlah Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) se-Indonesia, terdapat sejumlah perempuan yang berperan sebagai leader. Mereka memimpin sejumlah Pengurus Daerah (Pengda) dan puluhan hingga ribuan PPAT.

Bukan perkara mudah, namun dengan segala kepiawaian dan kecerdasan emosional, mereka mampu mengemudikan perahu IPPAT di wilayahnya masing-masing.

Dari beberapa Ketua Pengwil IPPAT perempuan, berikut 5 sosok perempuan yang diyakini menjadi ‘penjaga’ perkumpulan ini agar tidak hanya kian padu dan kompak, tapi juga mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Isy Karimah Syakir

Isy Karimah Syakir Ketua Pengurus Wilayah IPPAT Jawa Timur

Memimpin IPPAT di Jawa Timur dengan jumlah anggota mencapai 2.300 orang dengan 35 Pengda tentu bukan perkara mudah bagi Isy Karimah Syakir. Namun, ‘tangan dingin’ nya mampu mengendalikan organisasi dengan smooth.

Diakuinya, memimpin sebuah organisasi besar bukan tanpa masalah. Namun wanita cantik yang memiliki motto ‘guyub rukun saklawase’, selalu menuntaskan masalah dengan segera. “Alhamdulillah di Jatim, apabila ada permasalahan dapat segera diselesaikan dengan baik,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Kepemimpinan perempuan, lanjut Isy yang resmi dilantik 23 Januari 2019 ini, mungkin lebih luwes, seperti sifat dan watak seorang ibu pada umumnya di dalam keluarga. Mengayomi, sabar, ulet, dan telaten dalam mengurus anggota keluarganya. Hal itu pun terbawa tatkala menjalani organisasi.

Meski dari sisi waktu terbilang cukup tersita untuk organisasi, namun ia berikhtiar rezeki sudah ada yang mengatur. Melayani organisasi adalah juga bagian dari amal ibadahnya. “Dalam menjalankan organisasi, saya tetap mengacu pada aturan yang ada,” ujarnya.

Dia berharap seluruh anggota IPPAT bisa selalu menjaga kebersamaan dalam perbedaan sehingga tetap solid dan rukun dalam IPPAT.

Osye Anggadarri

Osye Anggadarri Ketua Pengurus Wilayah IPPAT Jawa Barat

Waktunya banyak tersita untuk melayani 4.200 PPAT di 25 Pengda yang ada di Jawa Barat. Namun, bagi Osye Anggadarri Ketua IPPAT Jabar, ini merupakan tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

Sejak dilantik 12 Desember 2018, wanita cantik yang periode kepengurusannya hingga 2021 ini, merasa tantangan terbesarnya adalah sempitnya waktu untuk menyapa langsung para anggota di pengda-pengda. “Tentunya saya ingin merangkul semua anggota sehingga mereka bisa mensupport kegiatan-kegiatan di Pengwil. Namun, keterbatasan waktu seringkali menjadi penghalang,” akunya.

Bagi Osye, ketelatenan menjadi salah satu kelebihan pemimpin perempuan. Juga dari sisi perhatian terhadap hal-hal yang mungkin terlewatkan oleh kaum pria. Misal, kalau ada yang sakit atau terkena musibah. Juga komunikasi dengan beberapa instansi lebih familiar dan merawat atau menjaga hubungan lebih intens.

Kepada segenap anggota, Osye berharap, bisa lebih peduli lagi dengan organisasi dan dapat berkontribusi dengan batas-batas yang dapat dilakukan. “Organisasi bisa menjadi sandaran kedua setelah keluarga apabila kita mengalami sesuatu dalam pekerjaan dan jabatan kita,” seru Osye.

A.S. Paula Salahuddin

A.S. Paula Salahuddin Ketua Pengurus Wilayah IPPAT Sulawesi Selatan

Membangun komunikasi secara intens kepada seluruh PPAT yang dipimpinnya di wilayah Sulawesi Selatan menjadi kunci bagi Paula Salahuddin dalam memimpin IPPAT. Pun, bila ada persoalan anggota kepada pihak luar, ia pun tak segan untuk turun tangan membantu.

Paula sadar betul sebagai ketua tugasnya adalah melayani anggota, bukan dilayani. “Bagi saya, menjalankan organisasi itu harus pakai hati,” ujar Paula yang membawahi 6 Pengda dengan anggota berjumlah 400 orang tersebut.

Bicara pemimpin perempuan, Paula menilai, selain lebih peka, juga mudah bersosialisasi, dan dapat memotivasi. “Ini menjadi bagian penting bagi seorang pemimpin, dimana bisa memotivasi orang-orang yang dipimpinnya sehingga dapat lebih maju lagi,” ujar wanita cantik bernama lengkap Andi Sengngeng Pulaweng Salahuddin ini.

Kepada rekan-rekan PPAT di Sulsel–khususnya kaum perempuan, Paula berpesan, harus menjadi PPAT yang cerdas, tangguh, punya kepercayaan diri yang tinggi dan profesional tanpa meninggalkan kodratnya sebagai wanita.

Mayasusi Likovitasari

Mayasusi Likovitasari Ketua Pengurus Wilayah IPPAT Kalimantan Timur

Sikap tegas juga bisa ditunjukkan oleh seorang perempuan tatkala memimpin, namun tentu berbalut sentuhan kelembutan dan penuh kasih.

Penegasan ini disampaikan Mayasusi Likovitasari Ketua IPPAT Kalimantan Timur yang membawahi 5 Pengda dengan 318 anggota. “Prinsip kerja saya adalah bekerja dengan hati nurani, apa adanya, dan memberikan yang terbaik kepada semua pihak, terutama bagi anggota IPPAT,” kata Mayasusi.

Wanita cantik yang periode jabatannya habis di 2021 ini mengakui, tantangan yang dihadapi bagaimana membangun sinergi, terutama dengan para mitra seperti BPPRD, ATR, KPP Pratama, dan lainnya. “Sebagai mitra kita bisa saling mensupport, bekerja secara profesional, meniadakan pungli dan gratifikasi. Kita harus punya visi yang sama yaitu, memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tukasnya.

Bagi Mayasusi organisasi dipimpin oleh perempuan atau lelaki sama saja, tergantung bagaimana si pemimpin tersebut dalam memanage organisasi. “Hanya bila pemimpinnya wanita, sentuhan kelembutan dan kasih sayang mungkin akan lebih banyak. Ini sesuai dengan kodrat wanita yang lembut dan penuh kasih sayang. Sentuhan-sentuhan demikian akan memberi rasa ayem dan tentram bagi anggota,” tambahnya.

Kepada para PPAT, Mayasusi mengajak untuk mengedepankan integritas yang tinggi dalam bekerja, profesional, jujur, dan tidak berpihak, serta mengayomi dan memberi teladan yang baik kepada masyarakat.

“Sama seperti dalam keluarga, di organisasi, perempuan juga menjadi tiang. Dengan segala kelebihan, wanita mampu mengerjakan berbagai hal dalam satu waktu yang sama. Wanita juga akan tangguh, tegar serta wise dalam menyikapi semua persoalan dan memberi kesejukan bagi anggotanya,” tegasnya.

Dia menyerukan agar para perempuan tetap berjuang. “Karena dengan tangan-tangan kita, organisasi, bahkan negara dan keluarga akan kuat. Tapi jangan lupa tetap realistis, arif, serta memiliki iman yang kuat,” tutupnya.

Ratna Nelli Riyanty

Ratna Nelli Riyanty Ketua Pengurus Wilayah IPPAT Papua

Berada di pulau paling Timur Indonesia, dengan wilayah yang begitu luas, tentu bukan pekerjaan mudah bagi Ratna Nelli Riyanty dalam memimpin IPPAT Papua. Hanya komitmen kuat dan ketulusan melayani anggota yang membuatnya tetap kokoh berdiri.

“Kondisi geografis di Papua yg berjauhan menjadi kendala utama. Tempat tinggal anggota berjauhan, terpisah kota dan kabupaten yang hanya bisa ditempuh dengan pesawat udara. Sehingga bila hendak melakukan kegiatan yang melibatkan seluruh anggota menjadi sulit karena membutuhkan biaya yang sangat banyak,” aku Ratna.

Meski demikian, bagi Ratna, kendala seberat apapun harus tetap dijalani karena sudah menjadi komitmen untuk melakukan yang terbaik bagi anggota. “Dalam kondisi sekarang, maka kegiatan bisa terbantu dengan zoom, sehingga agenda IPPAT Papua tetap bisa dijalankan,” jelas wanita cantik yang menaungi 3 Pengda dengan anggota berjumlah 65 orang tersebut.

Soal kepemimpinan perempuan, Ratna menilai, selain dapat merangkul semua lapisan karena sifat dasar wanita yang ingin membentuk satu keluarga secara utuh, juga bisa lebih sabar. “Terkadang dibalik kelembutan wanita akan terkuak ketegasan yang sangat diperlukan,” cetusnya.

Kepada para PPAT, Ratna berpesan tetap menjalankan jabatan sebagai PPAT dengan berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan dan aturan jabatan PPAT. Juga diingatkan bahwa keluarga adalah hal yang utama.

(RN)