Sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam mendorong kemajuan Koperasi Wanita

Garut, innews.co.id – Koperasi Wanita (Kopwan) harus didorong terus berkembang karena nyatanya berdampak besar bagi perekonomian keluarga. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mendorong Kopwan untuk terus maju.

Seperti yang dilakukan dua kementerian ini bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, Jawa Barat, dalam acara FGD Kampung Koperasi Menuju Modernisasi Koperasi di Hotel Harmoni, Garut, Jawa Barat, Jumat (9/10/2020) kemarin.

“Wanita-wanita yang tergabung di koperasi ini kita harapkan jadi pelaku usaha yang tangguh. Jawa Barat akan kita jadikan contoh unggulan bagaimana kelompok wanita berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi keluarga sehingga ekonomi wilayah menjadi kuat,” ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan.

“Peran perempuan tidak bisa dianggap sepele. Karenanya, penguatan peran serta perempuan dalam wadah Kopwan perlu dilakukan agar berdaya saing atau minimal bisa bertahan di saat krisis akibat pandemi,” ujar Rully seraya memgakui bahwa dari sekian banyak koperasi, rata-rata Kopwan yang justru eksis ditengah krisis sekalipun.

Rully menambahkan, untuk mewujudkan koperasi yang tangguh, khususnya bagi Kopwan, pemerintah pusat tidak akan tinggal diam. Melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholders, dipastikan pemerintah siap memberikan dukungan baik berupa pendampingan usaha, pelatihan peningkatan SDM khususnya terkait digitalisasi koperasi hingga pembiayaan. Menurutnya saat ini sudah banyak lembaga pembiayaan baik swasta atau Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian/Lembaga seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang komitmen memberikan dukungan pembiayaan khusus bagi koperasi.

Sementara itu, Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, mengatakan bahwa kekuatan UMKM di Indonesia separuhnya berada di tangan pelaku usaha wanita. Oleh sebab itu, peran perempuan sangat vital bagi perekonomian nasional sebab 97 persen usaha di Indonesia berasal dari UMKM dan 50 persen dari UMKM itu dikelola atau melibatkan peran serta perempuan.

“Menurut data, 50 persen UMKM yang ada dikelola itu melibatkan perempuan. Jadi kita prioritaskan untuk tingkatkan kualitas perempuan penyintas, perempuan kepala keluarga melalui kegiatan bersama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan KemenkopUKM,” tambah Bintang.

Di tempat yang sama Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menambahkan bahwa jumlah koperasi di Garut sebanyak 1.500 unit. Dari jumlah itu sebanyak 890 unit koperasi dinyatakan aktif. Sementara untuk jumlah UMKM meningkat dari 51 ribu unit menjadi 130 ribu unit. Menurutnya Hilmi wabah Covid-19 sempat membuat pelaku koperasi dan UMKM di Garut sempat drop, namun kini perlahan mulai bangkit karena adanya sinergi lintas sektoral untuk membangun sektor unggulan yaitu, pertanian dan pariwisata. (RN)