Siswa SMA BPK Penabur Jakarta terus menorehkan prestasi gemilang dengan berbagai penghargaan kelas dunia

Jakarta, innews.co.id – Untuk kesekian kalinya, BPK Penabur Jakarta kembali menorehkan tinta emas di ajang Olimpiade internasional. Kali ini tidak tanggung-tanggung, baik siswa maupun alumni BPK Penabur sama-sama meraih penghargaan gemilang. Prestasi gemilang ini bak sebuah kado manis di hari ulang tahun ke-72 BPK Penabur pada 19 Juli 2022.

Dua siswa yakni, Berwyn dari SMAK 1 Penabur dan David Michael Indraputra dari SMAK Penabur Gading Serpong yang tergabung dalam tim Indonesia berhasil meraih medali perak di International Physics Olympiad (IPhO) 2022. Ini merupakan ajang Olimpiade sains tertua dan terbesar kedua yang mempertemukan pelajar SMA terbaik dari berbagai negara untuk berkompetisi di bidang fisika. Olimpiade ini dimulai pertama kali di Polandia pada 1967. Berlangsung secara online, IPhO ke-52 dilaksanakan pada 10-17 Juli 2022 di Zurich, Swiss diikuti 368 peserta didik dari 75 negara.

Dilanjutkan pada International Mathematical Olympiad (IMO) ke-63 tahun 2022 yang berlangsung onsite di Oslo, Norwegia, 6-16 Juli 2022, di mana Rafael Kristoforus Yanto, siswa SMAK Penabur Gading Serpong yang tergabung dalam tim IMO Indonesia berhasil meraih medali perak. Ini dilengkapi dengan keberhasilan Andrew Janong, alumnus SMAK 5 Penabur yang berhasil meraih Honourable Mention pada IMO 2022. IMO 2022 diikuti 589 peserta didik dari 104 negara. IMO diselenggarakan pertama kali di Rumania pada 1959 dan merupakan olimpiade sains tertua.

Selain itu, siswa SMAK Penabur Gading Serpong Christopher Ivan Budiwardhana, berhasil meraih medali perunggu untuk bidang Fisika dalam International Olympiad Tuymaada ke-29 yang berlangsung di Rusia. Ini merupakan ajang kompetisi tahunan bagi pelajar yang diselenggarakan sejak 1993 oleh Kementerian Pendidikan Republik Sakha (Yakutia), Federasi Rusia. Di 2022 ini berlangsung online 30 Juni hingga 10 Juli 2022 dengan bidang yang dipertandingkan matematika, fisika, dan informatika.

Guna meraih prestasi gemilang tentu dibutuhkan proses panjang disertai pembinaan berkelanjutan, utamanya dari pihak sekolah. David Michael, misalnya, mempersiapkan diri selama dua tahun untuk dapat mengikuti Olimpiade internasional ini.

Secara berjenjanh, David telah menorehkan prestasi melalui ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) dan berhasil lolos di tingkat kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional. Kemudian berlanjut mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) tahap satu pada Desember 2021-Januari 2022 lalu. (RN)