Sri Suparni Bahlil dengan produk UMKM binaan Hanida Foundation

Jakarta, innews.co.id – Pertumbuhan investasi besar di Indonesia harus berjalan beriringan dengan pengembangan UMKM dan pengusaha lokal, khususnya di daerah. Dengan kolaborasi ini diyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melesat.

Penegasan ini dikatakan Sri Suparni Bahlil Ketua Pembina Hanida Foundation dalam keterangannya kepada innews, Senin (15/2/2021). “Salah satu upaya mendongkrak perekonomian adalah dengan meningkatkan konsumsi rumah tangga. Namun tentunya konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh ketersediaan lapangan pekerjaan yang pada hulunya dipengaruhi seberapa besar investasi berkualitas yang masuk ke Indonesia,” terang Suparni Bahlil.

Sri Suparni Bahlil turun langsung mengamati karya-karya UMKM binaan Hanida Foundation

Mengambil data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Suparni Bahlil, pengeluaran konsumsi rumah tangga menjadi komponen dengan distribusi yang paling besar, yaitu 57,66%, dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu kontribusi PMA dan PMDN terhadap Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), dengan distribusi sebesar 31,73% dari PDB, kurang lebih 15% saja.

Karena itu, Pemerintah diharapkan dapat mengawal investasi yang masuk ke Indonesia agar tersebar secara merata dan berkualitas dengan mengutamakan kolaborasi/kemitraan dengan UMKM dan pengusaha lokal, khususnya di daerah.

Hanida Foundation terus mendorong UMKM berkolaborasi guna mendukung pemasaran produk-produknya

“Investasi dapat menjadi motor penggerak utama penciptaan lapangan kerja agar Indonesia dapat segera keluar dari resesi dan bangkit lebih kuat,” ujar Suparni Bahlil lagi.

Tidak cukup hanya pemerintah, masyarakat secara luas pun dapat ikut berperan mendukung gerak laju UMKM. Seperti yang dilakukan Hanida Foundation. Sejak kemunculannya lebih kurang setahun lalu, Hanida Foundation secara aktif telah mengkolaborasikan para pelaku UMKM dengan para pengusaha besar sebagai upaya mendongkrak semangat UMKM dalam meningkatkan perekonomian.

Hanida Foundation membantu dan mendukung UMKM untuk berkembang

“Selain itu, Hanida Foundation juga membukakan jalur distribusi dan pemasaran produk-produk UMKM dengan digital marketing yang baik sehingga pasar bagi produk UMKM semakin luas,” urainya.

Suparni Bahlil berkeyakinan bila para pelaku UMKM yang mayoritas adalah kaum perempuan dapat terus melakukan kolaborasi menjadi kunci sukses untuk tetap bisa survive ditengah pandemi.

Aneka produk UMKM binaan Hanida Foundation siap dipasarkan

Karenanya, di masa pandemi nan berat ini, secara khusus kepada kaum perempuan, Surpani Bahlil berpesan untuk tetap semangat, selalu berpikiran positif, dan jangan ragu ataupun malu untuk melakukan sekecil apa pun usaha karena perempuan adalah tumpuan dan harapan keluarga bangsa. (RN)