Jakarta, innews.co.id – Selama ini, kaum muda hanya dijadikan alat untuk mendulang suara dari para calon anggota legislatif. Karena setelah terpilih, suara itu pun terabaikan begitu saja. Benarkah 2019 menjadi momentum kebangkitan generasi milenial?

Salah satu generasi milenial yang memberanikan diri masuk dalam kancah perebutan kursi anggota legislatif untuk wilayah DKI Jakarta adalah Stephen William Joseph yang menggunakan perahu partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dari daerah pemilihan DKI Jakarta 5 yang meliputi Duren Sawit, Jatinegara, dan Kramat Jati, nomor urut 10 ini.

Dari pengamatannya di lapangan selama ini, Stephen menilai, suara generasi muda selama ini kerap diabaikan. Dianggap bau kencur, belum tahu apa-apa, serta ide-idenya cenderung nyeleneh.

Padahal, bila dicermati, banyak gagasan-gagasan brilian yang lahir dari generasi muda. “Saya ingin menunjukkan nilai yang beda dari yang ditampilkan oleh banyak wakil rakyat selama ini,” ujar Stephen yang kini baru menginjak usia 21 tahun.

Stephen (paling kanan) bersama keluarga

Dikatakannya, sudah saatnya sekarang generasi muda punya wakil yang duduk di dewan. Salah satunya untuk memperjuangkan dan menjembatani suara generasi milenial. 

Dirinya hadir agar generasi muda bisa mengambil peran di pemerintahan. “Kita tidak bisa bersuara banyak kalau tidak masuk dalam sistem. Kalau hanya demo, bersuara di media sosial atau koar-koar di luar, faktanya selama ini suara anak-anak muda dianggap angin lalu saja,” ucapnya kritis.

Menurut Stephen, di usia muda pun sebenarnya kita sudah bisa membantu pemerintah. Memberikan sumbangsih pemikiran, serta memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan generasi muda. Begitu juga tentu akan lebih banyak melibatkan anak muda dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

“Tidak harus berumur atau tua dulu kan untuk duduk di legislatif,” ucap Stephen seraya berujar, banyak perusahaan sekarang lebih memilih karyawan dari generasi milenial. Hal ini harusnya diikuti juga oleh anggota dewan dengan memberikan porsi besar bagi generasi muda untuk duduk di dalamnya.

Bagi Stephen, bila banyak anak muda yang duduk di anggota dewan, maka kehidupan anak muda akan semakin baik. Selain itu akan banyak ide-ide kreatif yang bisa digarap untuk mendatangkan keuntungan bagi daerah serta masyarakat luas.

“Kalau anak-anak muda bisa dibuat kreatif, saya yakin akan jauh dari hal-hal yang negatif, seperti narkoba, begal, genk motor, pergaulan bebas, dan sebagainya,” yakin Stephen yang juga duduk sebagai Tim Bappilu PKPI DKI Jakarta.

Lebih jauh Stephen berharap, generasi milenial bisa mendukung dan menjadikan Pemilu Legislatif 2019 sebagai momentum untuk menghantar wakil-wakil rakyat dari generasi milenial juga. “Saya berharap generasi milenial tidak cuek terhadap Pemilu 2019 karena sekarang saatnya menghantar generasi milenial ke Kebon Sirih. Semoga! (RN)