Diponegoro Fun Run 2020 secara resmi dibuka Maryono Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Diponegoro, di Sentul, Bogor, Sabtu (3/10/2020). Ajang lari kali ini dilakukan secara virtual. All photos by AZIS

Sentul, innews.co.id – Ajang bergengsi Diponegoro Fun Run 2020 telah berhasil dilaksanakan dengan sistem virtual. Ternyata, lari faktual maupun virtual sama happy-nya. Kontes lari ini kini telah menjadi milik nasional, tak hanya sebatas para alumni Universitas Diponegoro saja.

Dengan cuaca perbukitan yang sejuk, ajang lari Diponegoro Fun Run 2020 digelar di Kawasan Sentul, Bogor, Sabtu (3/10/2020), meski hanya dengan segelintir peserta yang berlari secara tatap muka.

Suasana Diponegoro Fun Run 2020 tetap dengan protokol kesehatan, di Sentul, Bogor, Sabtu (3/10/2020) pagi

Peserta lainnya yang mendaftar jumlahnya mencapai 3.000 orang dari Sabang sampai Merauke melakukan hal yang sama di tempatnya masing-masing. Model lari virtual sebagai sebuah terobosan ini diterapkan lantaran pandemi Covid-19, yang belum berujung.

Secara resmi, DFR 2020 dibuka oleh Maryono Ketua Umum Ikatan Alumni Undip didampingi Kresna Buntoro (Ketua Panitia DFR 2020), Otty Hari Chandra Ubayani (Wakil Ketua Panitia), dan sejumlah alumni lainnya.

Dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19, para peserta tampak happy berlari bersama. “Sebagai Ketum IKA Undip, saya bangga, Diponegoro Fun Run 2020, akhirnya bisa kita laksanakan ditengah pandemi Covid-19 ini, meski dengan metode virtual, namun tidak mengurangi makna kebersamaan yang ada,” ujar Maryono di lokasi acara.

Secara khusus, dirinya memgapresiasi kinerja panitia yang telah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk live streaming, sehingga kegiatan demi kegiatan juga bisa dinikmati peserta DFR 2020 di seluruh Tanah Air.

Penuh keakraban dan kekeluargaan begitu tampak pada Diponegoro Fun Run 2020 yang diadakan di Sentul, Bogor, Sabtu (3/10/2020)

Sementara itu, Kresna Buntoro bersyukur acara bisa berjalan dengan lancar, meski sempat terkendala cuaca hujan. “Kita semua happy, begitu pun peserta di daerah-daerah,” tuturnya.

Kedepan, ia berharap ajang ini bisa dilakukan dengan tatap muka maupun virtual, sehingga peserta yang mungkin tidak dapat hadir langsung, tetap bisa bergabung. “Bila pandemi ini telah berakhir, tentu kita bisa melaksanakan lari bersama di Semarang. Namun, bagi yang terkendala untuk hadir, tetap bisa ikut secara virtual,” harap Kresna.

Tidak hanya berlari, acara juga dimeriahkan dengan penampilan band D’Massiv dengan sejumlah lagu-lagu anyarnya. Ikut memeriahkan Tito Sumarsono dan Nia Daniati. Selain itu, ada doorprize berupa sepeda dan paket menarik dari OH Boutique. Peserta dari luar Jakarta, seperti Semarang dan Lombok tampak girang mendapat doorprize tersebut.

Usai acara, Otty Hari Chandra Ubayani tak sanggup menyembunyikan rasa gembiranya karena acara boleh berjalan lancar. “Kerja keras panitia patut diapresiasi. Pada akhirnya seluruh rangkaian acara bisa berjalan baik, tanpa mengurangi rasa kebersamaan, baik diantara sesama alumni maupun masyarakat Indonesia pada umumnya,” kata Otty yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Kenotariatan Undip ini.

Penampilan D’Massiv, pemotongan tumpeng serta test cepat mewarnai rangkaian acara Diponegoro Fun Run 2020 yang berlangsung sukses

Tadinya, kata Otty, dia berencana mendaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI), agar dapat penghargaan dengan peserta lari terbanyak secara virtual. “Tapi karena waktunya terlalu sempit, jadi kita urung mendaftar,” akunya.

Kedepan, lanjut Otty, tidak hanya lari, tapi kita juga berencana mengadakan fun bike secara virtual. Tak lupa, ia secara khusus memberi apresiasi atas dukungan para sponsor. “Meski di masa pandemi, namun komitmen para sponsor begitu luar biasa salam mendukung event ini,” tikasnya bangga.

Peserta lomba, selain mendapatkan medali dan kaos juga paket-paket dari para sponsor acara. “Ajang lari ini akan tetap kita laksanakan setiap tahun dan pesertanya tentu akan semakin meluas,” tutup Kresna penuh keyakinan. (RN)