Volunteer Corona Papua somasi Presiden Jokowi, Jumat (27/3/2020)

Jayapura, innews.co.id – Semakin tingginya persentase penyebaran Covid-19 di Tanah Papua, melahirkan keprihatinan. Data per 4 April 2020, menyebutkan, terdapat 16 pasien positif.

Menyikapi kondisi demikian, Volunteer Corona Papua (VCP) secara khusus menyurati Gubernur Papua. “Kami meminta Pemerintah Daerah berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat, guna memperpanjang pembatasan sementara penerbangan dan kapal laut berpenumpang keluar dan dalam Papua sampai penanganan virus ini benar-benar tuntas, baik di Papua maupun daerah lain di luar Papua, terutama kota-kota yang memiliki bandara atau jalur transportasi aktif,” ujar VCP dalam rilisnya yang diterima innews, Sabtu (4/4/2020) malam.

Diharapkan Pemprov Papua membuat aturan tegas beserta sanksi bagi Kepala Daerah Kabupaten/Kota dan perusahaan atau operator yang secara sepihak membuka transportasi laut/udara bagi penumpang. Sanksi yang dimaksud, misal, dengan memangkas alokasi anggaran Otsus atau dengan mengisolasi daerah tersebut agar tidak terkoneksi dengan daerah lainya di Papua.

Dr. Pieter Ell, SH., MH., Penasihat Volunteer Corona Papua

VCP juga menyerukan agar Pemerintah Pusat bisa memenuhi kebutuhan alat rapid test massal bagi seluruh ODP dan kelompok rentan lainya di seluruh Papua.

Selain itu, VCP juga mendesak pemerintah menggandeng akademisi untuk mengkaji puncak penyebaran Covid-19 di Papua sebagai antisipasi penyebaran dan juga strategi penanggulangan dampak sosial bagi masyarakat. Termasuk kajian terhadap masyarakat yang rentan terdampak dan perlu diperhatikan dimasa pembatasan sementara ini berlangsung.

Lainnya, pemerintah menyediakan anggaran bagi kelompok masyarakat untuk mensosialisasikan bahaya Covid-19 dan cara pencegahan di Papua. Guna mencegah penyebaran wabah corona, VCP meminta perpanjangan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), tapi dengan sistem piket 10-15 tiap hari per dinas/instansi untuk melayani kepentingan masyarakat yang mendesak.

Terakhir, VCP berharap pemerintah aktif menghimbau masyarakat menggunakan masker non medis bagi yang melakukan aktivitas di luar rumah, aktif mencuci tangan dan menjaga jarak sosial.

Kepada Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua dan Kabupaten/Kota diharapkan tidak hanya menyampaikan jumlah pasien positif, PDP atau jumlah ODP, tetapi juga transparan menyampaikan peta wilayah sebaran dan kronologi seorang pasien terinfeksi sehingga membantu publik lebih mawas diri, ikut mengambil tindakan pencegahan. (RN)