Tampil di Sarinah, AKHKI Gencarkan Sosialisasi di Ruang Publik

Jumpa pers AKHKI Expo 2023 yang dilakukan Pengurus AKHKI dan Panitia di Atrium Sarinah, Jakarta, Jakarta, Jumat, 26/5/2023

Jakarta, innews.co.id – Sosialisasi terkait kekayaan intelektual kepada menjadi concern dari Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual Indonesia (AKHKI) sebagai bagian dari tanggung jawab dan ikut ambil bagian dalam bingkai sistem kekayaan intelektual nasional dan dunia.

Seperti yang dilakukan di pusat perbelanjaan bersejarah Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (26/5/2023), dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual Dunia (World IP Day), AKHKI mengadakan Expo 2023 yang dibarengi dengan sejumlah talkshow terkait seluk beluk kekayaan intelektual.

“Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Dunia dimaksudkan untuk menggugah kesadaran akan pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) bagi pencipta/inventor, sekaligus apresiasi atas perwujudan talenta kreatifitas dan inovasi dari para kreator yang selama ini telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Dr. Suyud Marhono, Ketua Umum AKHKI, dalam jumpa persnya di Atrium Sarinah, Jakarta, Jumat (26/5/2023).

Dr. Suyud Margono (kedua dari kanan) meneken MoU dengan Universitas Bina Nusantata, dalam AKHKI Expo 2023, di Sarinah, Jakarta, Jumat (26/5/2023)

Tahun ini, tema yang diangkat ‘Peran Perempuan Dalam Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dan Perlindungan Merek’.

“Acara AKHKI Expo 2023 ini dibuat juga dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah yang menetapkan 2023 sebagai Tahun Merek,” lanjut Suyud Margono.

Menurut Suyud, persentase pemahaman masyarakat akan kekayaan intelektual terus meningkat. Karena itu, AKHKI akan terus menggencarkan sosialisasi sehingga tumbuh pengertian akan pentingnya mendaftarkan merek sebagai kekayaan intelektual (KI) agar tidak dicaplok oleh pihak lainnya.

Acara talkshow pada AKHKI Expo 2023, di Sarinah, Jakarta Pusat

“Bicara soal UMKM, data yang ada menyebutkan, mayoritas pelaku usahanya dari kalangan perempuan. Untuk itu, para pelaku usaha UMKM didorong untuk mendaftarkan mereknya sehingga lebih aman dalam berusaha,” tambah Prof. Dr. Cita Citrawinda, dalam jumpa pers tersebut

Suyud berharap melalui AKHKI Expo ini, masyarakat bisa lebih mengetahui akan pentingnya mendaftarkan merek atau ide-ide kreatif dari para kreator.

Pada kesempatan itu diberikan penghargaan berupa :AKHKI Award’ dalam dua kategori yakni, Kontribusi dan Bakti bagi Organisasi Profesi Konsultan KI yang diberikan kepada Ari Juliano Gema dan Prof Dr. Cita Citrawinda. Juga pada kategori Tokoh Masyarakat Pemberdayaan KI, di mana penghargaan jatuh kepada 3 orang yakni, Prof. Dr. Njaju Jenny Nalik (Alm) sebagai Pengembangan Ilmu Pengetahuan (Pembuat Kamus Terbesar Bahasa Rusia-Indonesia); Harsono Adisumarto (Alm) Dirjen Per-UU-an dan ex-officio Dirjen CPM (HKI) pertama; dan Franklin Hubert Sahilatua Kreatifitas dan Orisinalitas Karya Cipta dan Seni.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatangan MoU dengan sejumlab pihak guna mendukung upaya meluaskan pemahaman akan kekayaan intelektual ini.

Di sela-sela ekspo juga diadakan talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber antara lain, Agung Indriyanto (Direktorat Merek, DJKI), Reymond Lee (AkuMandiri – Asosiasi UMKM), dan Yenny Halim (Konsultan KI – Acemark). Juga tampil di sesi lain, Ni Luh Djelatik (Desainer dan Pelaku Usaha), Dwi Aniya Daru Herdani (Konsultan KI), Wanda Ponika (Enterpreneur dan Philantropist), dan Risti Wulansari (Konsultan KI – K&K Advocates).

AKHKI yang juga disebut Perkumpulan AKHKI didirikan pada 2006 silam berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Konsultan Hak Kekayaan Intelektual, sebagaimana diubah dengan PP Nomor 100 Tahun 2021. Sesuai Pasal 32 PP yang berlaku, AKHKI merupakan wadah tunggal organisasi profesi Konsultan Kekayaan Intelektual Indonesia, yang diangkat dan terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan