Jakarta, innews.co.id – Pada 2019, Kementerian Sosial menargetkan Indonesia terbebas dari gelandangan dan pengemis (gepeng).

Hal tersebut dikatakan Direktur Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial Sonny W Manalu, ketika dihubungi, Rabu,(13/6).

Menurut Sonny, salah satu program yang diusung ialah Risol Gepeng Mas.

Risol Gepeng Mas adalah program outreach yang dilakukan Panti Sosial Bina Karya dalam bentuk program rehabilitasi bagi Gepeng yang sifatnya luar Panti. “Program tersebut terus ditingkatkan khususnya di daerah yang rentan penduduknya jadi pengemis,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam mencapai target tersebut, Kementerian Sosial tidak bisa bekerja sendiri sebab akar masalah dari adanya penyandang tuna sosial ialah kemiskinan. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan pencegahan diantaranya melalui pemberdayaan ekonomi agar warganya tidak mengemis.

“Ini merupakan tanggung jawab semua pihak mulai dari hulu hingga ke hilir,” imbuhnya.

Upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi gepeng yakni dengan menyiapkan perkampungan khusus gepeng. Di kampung tersebut, pemerintah daerah, dinas sosial dan pemangku kepentingan lain mendorong pemberdayaan ekonomi bagi warga. Salah satunya sudah dilakukan di Malang, Jawa Timur. Dengan kreativitas warga, di sana perkampungan gepeng diubah menjadi tempat wisata topeng. (RN)