Wajah Monas yang tampak gersang

Jakarta, innews.co.id – Dengan dalih melakukan revitalisasi, sejumlah pohon di area Monas ditebangi. Kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan dianggap telah menyalahi aturan yang ada dan bisa dipidana.

Hal ini secara lugas dikatakan Ruhut Sitompul di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Menurutnya, kebijakan Anies menebangi pohon maupun merevitalisasi kawasan Monas yang saat ini sedang dihentikan, lebih dari sekadar off side.

“Hampir tiap hari, Anies melakukan off side. Sudah terlalu sering,” kata Ruhut.

Menurutnya, semua gubernur yang pernah memimpin Jakarta, menjaga kawasan Monas sebagai paru-paru kota. Tapi Anies, malah sebaliknya, merusak. “Memang kalau dia harus dipidanakan itu,” tegas Ruhut.

Ruhut menambahkan, faktanya, sudah berapa orang yang menebang dua tiga pohon masuk penjara. “Anies harus dilengserkan. Tapi, kondisi Jakarta tentu harus jadi pertimbangan,” tandas Ruhut.

Larangan penebangan pohon di jalur hijau diatur dalam Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Dalam Pasal 12 huruf g dinyatakan: Setiap orang atau badan dilarang memotong, menebang pohon atau tanaman yang tumbuh di sepanjang jalan, jalur hijau dan taman.

Perda tersebut juga mengatur tentang pembinaan, pengendalian dan pengawasan (BAB XII), penyidikan (BAB XIII), hingga ketentuan pidana denda hingga kurungan (BAB XIV). (IN)