Hj. Diana Dewi tengah memberikan keterangan kepada awak media

Jakarta, innews.co.id – Dikabarkan lonjakan penularan Covid-19 klaster perkantoran mengalami peningkatan dalam dua minggu terakhir. Ini lebih diakibatkan kelengahan kalangan dunia usaha. Tentunya, hal ini mengundang keprihatinan berbagai pihak.

“Belakangan rata-rata aktifitas di perkantoran memang lebih banyak, setelah lebih dari setahun didera pandemi. Belum lagi banyak agenda perusahaan dalam mengisi bulan Ramadhan, seperti buka puasa bersama,” kata Diana Dewi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia DKI Jakarta dalam keterangannya kepada innews, Rabu (28/4/2021).

Selain itu, disinyalir dengan semakin banyaknya orang divaksin, utamanya para pekerja, membuat penerapan protokol kesehatan (prokes) mulai longgar karena banyak yang merasa sudah kebal dan tidak terpapar Covid-19. “Padahal, prokes tidak boleh kendur. Persepsi keliru ini lah yang mesti kita sama-sama luruskan,” kata Diana yang juga CEO PT Suri Nusantara Jaya ini.

Menurutnya, hingga kini sebagian besar perkantoran masih menerapkan pola work from home (WFH) dan work from office (WFO). Tapi memang beberapa waktu lalu sudah mulai dilonggarkan seiring dengan dilonggarkannya aturan. Dengan pelonggaran tersebut, aktifitas karyawan di kantor juga mulai meningkat, sehingga presentase karyawan yang WFO di tingkatkan secara bertahap.

Seiring peningkatan penularan Covid-19 di klaster perkantoran, Diana yang juga Komisaris Independen PT Angkasa Pura Supports ini menilai, pola kerja WFH dan WFO dirasa masih efektif untuk dilakukan. Namun memang pelaksanaannya tetap harus melihat kondisi di lapangan. Ada kalanya harus diperketat, namun ada kalanya harus dilonggarkan.

Diana kembali meminta para pengusaha dan pekerja di Jakarta untuk tidak lengah sedikitpun dalam menjalankan prokes, utamanya di tempat kerja. “Saya tidak jemu-jemu mengingatkan kepada dunia usaha di Jakarta untuk tidak lengah sedikitpun dalam menjalankan prokes kesehatan,” seru Diana yang juga owner Toko Daging Nusantara ini.

Diana mengatakan, “Pandemi belum dapat 100 persen dikendalikan. Kunci keberhasilan pengendalian Covid-19 adalah dengan kedisplinan dan kepatuhan kita bersama dalam menjalankan prokes”. (RN)