Dr. Suyud Margono (Ketum AKHKI) menyerahkan dokumen kepada Dr. Freddy Harris Dirjen DJKI, di Jakarta, Selasa (2/3/2021)

Jakarta, innews.co.id – Konsultan Kekayaan Intelektual (KI) diharapkan lebih berperan aktif, bukan saja bagi pemilik KI, tapi juga masyarakat luas. Hal ini disampaikan Dr. Freddy Harris Dirjen KI Kemenhukam RI saat menerima jajaran Pengurus Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual (AKHKI) yang dipimpin langsung Dr. Suyud Margono (Ketua Umum), di Kantor DJKI, Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Turut hadir pada kunjungan tersebut Olga K. Santoso (Sekjen), Justisiari P. Kusumah (Dewan Penasehat), Dwi Anita Daruherdani (Wakil Ketua Harian), Riyo H. Prasetyo (Wasekjen), Maulitta Pramulasari (Bendahara), dan Nidya Kalangie (Ketua Hubungan Pemerintahan). Sementara dari DJKI ikut mendampingi Freddy Harris antara lain, Daulat Silitonga (Direktur Kerjasama & Pemberdayaan KI), Sucipto (Direktur Teknologi Informasi), dan Handi Nugraha (KaSub. Kerjasama Dalam Negeri, DJKI).

Suasana pertemuan jajaran Pengurus AKHKI dengan DJKI yang penuh kekeluargaan

“Pertemuan ini bukan sekadar silahturahmi antara DJKI dengan AKHKI sebagai organisasi profesi Konsultan KI, melainkan juga rekognisi dari DJKI terhadap organisasi profesi dalam bentuk wadah tunggal dan aturan main (rule of the game) dalam menjalankan profesi Konsultan HKI yang ditegaskan dalam (code of conduct), untuk dipatuhi,” terang Suyud Margono dalam siaran persnya yang diterima innews, Selasa (2/3/2021).

Kegiatan courtesy meeting ini, tambah Suyud, dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat, dimana semua yang hadir harus swab antigen.

Pada kesempatan itu, Freedy Harris, memberi ucapan selamat atas kepengurusan Perkumpulan AKHKI (periode 2020-2024). “Semoga dalam melaksanakan amanah dalam wujud program dan kegiatan yang diselenggarakan memberikan kemanfaatan tidak saja bagi profesi/anggota, termasuk juga bagi pemillik KI serta masyarakat umumnya,” ujar Freddy.

Sementara itu, dalam paparannya, Dr. Suyud Margono, memperkenalkan komposisi kepengurusan dari angkatan senior dan paling yunior (dilantik sebagai Konsultan pada Tahun 2020). Dalam Struktur Organisasi disebutkan adanya perangkat Organisasi, termasuk Komisiariat Daerah dalam rangka pengembangan AKHKI kedepan.

Pengurus AKHKI dipimpin Dr. Suyud Margono beraudiensi dengan DJKI di Jakarta, Selasa (2/3/2021)

Suyud juga menjelaskan perlu ada review profesi konsultan berupa evaluasi dalam rangka standar mutu dan kapabilitas profesi Konsutan HKI dalam bentuk Satuan Kredit Profesi, termasuk di antaranya memberlakukan Pendidikan Lanjutan sebagaimana amanat PP tentang Konsultan HKI.

Terkait perekrutan, Suyud mengatakan, pihaknya akan mengakui semua Konsultan KI adalah anggota AKHKI. “Organisasi AKHKI juga akan dimanage dengan IT support system, termasuk status membership dan keaktifan Konsultan HKI,” terangnya.

Freddy sependapat dengan Suyud. Baginya, penting Continuing Education program bagi Profesi Konsultan KI. “Kedepan perlu standar khusus untuk dapat disebut dengan Kualifikasi Patent Attorneys, yang butuh kemampuan dan kecakapan teknis dalam patent drafting dan patent specification, tidak saja bidang HKI secara umum,” imbuh Freddy.

Dia berharap, program kerjasama AKHKI dan DJKI bisa segera direalisasikan dan diwujudkan dalam bentuk penandatanganan kerja sama (PKS) yang rencananya akan diadakan bersamaan dengan Hari Kekayaan Intelektual Dunia pada 26 April 2021, dan realisasinya mulai dalam tahun 2021 ini juga. (RN)