Yayasan Komunitas Cendekiawan Hukum Indonesia (YKCHI) dipimpin langsung Otty H.C. Ubayani Ketua Umum menyerahkan bantuan 200 APD ke BNPB yang diterima langsung Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Jumat (8/5/2020)

Jakarta, innews.co.id – Kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis masih besar. Sebagai pejuang di garda depan, sejatinya, para petugas medis dilengkapi dengan APD yang memadai.

Demikian disampaikan Doni Monardo Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat menerima rombongan Yayasan Komunitas Cendekiawan Hukum Indonesia yang dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya Otty Hari Chandra Ubayani, di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Diskusi menarik Ketua Umum YKCHI Otty Ubayani dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Kantor BNPB, Jumat (8/5/2020)

Kehadiran YKCHI untuk menyerahkan langsung bantuan berupa 200 APD untuk selanjutnya disalurkan ke rumah sakit yang membutuhkan. Beberapa pengurus YKCHI yang ikut diantaranya, Nyoman Kamajaya, Wiwik Rowiyah, Suprianto, dan Sri Lestari.

Kepada innews, Otty menyampaikan, dalam pertemuan tersebut, Doni Monardo menyampaikan sejumlah kebutuhan BNPB untuk menanggulangi pandemi korona di Indonesia serta beberapa tantangan yang dihadapi. “Luar biasa, BNPB bekerja keras tangani wabah korona. Bahkan, di hari libur pun, mereka tetap kerja. Salut untuk mereka,” ujar Otty yang juga dikenal sebagai Notaris/PPAT di Ibu Kota ini.

Rombongan YKCHI serahkan bantuan 200 APD kepada BNPB, Jumat (8/5/2020)

Bahkan Otty mengakui dirinya banyak belajar tentang standar APD lewat BNPB. Intinya, jangan sampai tenaga medis diberikan APD yang tidak memenuhi standar.

“Sejauh ini yang menentukan penelitian baju APD standar WHO adalah BPPT. Baju tersebut kalau ditiup dari luar tidak bisa masuk udara, sementara jika ditiup dari dalam bisa keluar udara. Juga jahitan harus dilapis lagi dengan bahan standar supaya virus tidak bisa masuk dari celah jahitan,” terang Otty.

Dikatakannya, ada 3 tahapan kelas baju APD. Khusus APD untuk para medis yang berhadapan langsung dengan penderita tergolong premium. Jangan sampai kita memberikan sumbangan baju APD yang tidak berstandar WHO. Kasihan para medis yang memakainya. Itu juga harus sekali pakai karena risiko kalau nanti dicuci virus menempel ke tempat lain. “Penjelasan Pak Doni sangat gamblang. Insya Allah, saya akan menyampaikan pada kawan-kawan yang akan menyumbang APD dan masker. Berikan yang berstandar WHO karena ini menyangkut nyawa dari para petugas medis.

Otty menambahkan, penanggulangan pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga kewajiban seluruh Warga Negara. “Kita harus tumbuhkan budaya gotong royong untik menanggulangi persoalan ini. Semua pihak harus terlibat secara aktif,” seru Otty yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Kenotariatan (Ikanot) Universitas Diponegoro ini.

Otty Hari Chandra Ubayani Ketua Umum YKCHI ajak masyarakat bergotong royong perangi pandemi Covid-19

Dengan lugas Otty menyarankan, agar masyarakat benar-benar mematuhi anjuran pemerintah. “Tetap tinggal dirumah. Bantu mereka agar cepat memutus mata rantai penyebaran. Kita semua harus bergotong royong,” pungkas Otty. (RN)