Presiden Joko Widodo

Jakarta, innews.co.id – Ternyata bukan hanya masyarakat Indonesia saja yang menginginkan Joko Widodo bisa memimpin bangsa ini untuk periode kedua, para elite pun nampaknya sepaham dengan hal tersebut.

Hal itu kentara dari hasil survei The Initiative Institute bertajuk What the Elites Want?

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 10-15 Juli 2018 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan, Joko Widodo lebih layak memimpin Indonesia.

Nama Joko Widodo mengungguli 40 figur lain (77,8 persen suara), di antaranya, Gatot Nurmantyo 63,0 persen suara, Mahfud MD 62,0 persen, Prabowo Subianto 61,5 persen, Anies Baswedan 58,7 persen, dan Sri Mulyani Indrawati 53,3 persen suara.

“Dari pengakuan elite, mereka lebih memilih Jokowi. Tidak heran kemudian perolehan suaranya tinggi ketimbang figur lainnya terlebih Prabowo yang tidak lain ialah lawan terberatnya,” jelas Direktur Eksekutif TII Airlangga Pribadi di Jakarta, Minggu (15/7).

Menurut Airlangga, model survei yang dilakukan menggunakan pendekatan purposive sampling. TII mengambil responden secara random dari kalangan akademisi, jurnalis, LSM, organisasi kemasyarakat¬an, kepemudaan, dan kalangan profesional.

“Ketika ditanya, menurut Anda siapa kandidat calon presiden yang layak untuk memimpin Indonesia periode 2019-2024 mendatang, banyak menyebutkan Jokowi. Dari hasil ini nyata terlihat Jokowi mengungguli 40 figur yang disodorkan kepada responden,” jelas Airlangga.

Saingan Jokowi

Ditanya pesaing Jokowi, Airlangga mengatakan, dari hasil survei ini Gatot Nurmantyo yang lebih mendekati Jokowi ketimbang nama figur lainnya.

Meskipun perbedaan perolehan suaranya cukup tinggi, yakni berkisar 14 persen. Namun, perolehan suara Gatot lebih unggul ketimbang Prabowo Subianto. Ini membuktikan banyak masyarakat masih ingin Jokowi memimpin kembali Indonesia hingga dua periode.

“Meskipun begitu, berdasarkan data yang ada, kita bisa menyimpulkan bahwa pertarungan pilpres ialah pertarungan antara sipil dan militer. Sebagaimana kita ketahui yang ada saat ini kan hanya dua capres, Jokowi dan Prabowo,” tandasnya.

Sementara itu, Mahfud MD yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dianggap layak menjadi wakil presiden periode 2019-2024 dengan perolehan 70,6 persen. Nama Mahfud bersaing dengan Sri Mulyani Indrawati 64,1 persen, Chairul Tanjung 62,3 persen, Anies Baswedan 60,9 persen, dan Gatot Nurmantyo 59,4 persen.

Di urutan ke-6 ada nama Agus Harimurti Yudhoyono 59,2 persen. Putra Mahkota Puri Cikeas itu berada di atas TGB Zainul Majdi, yakni 53,5 persen yang merupakan Gubernur Nusa Tenggara Barat. Ada pula Airlangga Hartanto 52,1 persen, Khofifah Indar Parawansa 50,6 persen, dan Romahurmuziy 46,1 persen.

Dari klaster tokoh organisasi masyarakat keagamaan yang layak menjadi calon wakil presiden 2019-2024, responden juga memilih Mahfud MD. Mahfud berada pada angka 0,72, yakni tertinggi. Disusul TGB Zainul Majdi dengan indeks 0,63, berada pada posisi sedang. Berikutnya ditempati Khofifah Indar Parawansa 0,61 dalam posisi sedang.

Dari klaster pengusaha, muncul nama Chairul Tanjung (0,68), Susi Pudjiastuti (0,61), dan Hari Tanoesoedibjo (0,41).

Dari klaster ketua umum partai, Prabowo Subianto yang merupakan orang nomor satu di Partai Gerindra ternyata paling cocok menjadi calon wakil presiden periode 2019-2024. Prabowo berada pada indeks 0,56.

Posisi kedua ditempati oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy dengan indeks 0,56 disusul Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar 0,53.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berada pada indeks 0,53. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto 0,51. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada indeks 0,52, dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra 0,45. (BY)