Jakarta, innews.co.id – Sebuah bangunan di lingkungan Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, tengah direnovasi dan nantinya akan digunakan bukan semata untuk pengembangan keilmuan, tapi juga pengabdian kepada masyarakat. Nantinya, masyarakat bisa bebas berkonsultasi mengenai banyak hal seputar kinerja Notaris/PPAT.

Ini merupakan sumbangsih dan buah kerja keras dari para alumni Ikatan Alumni Kenotariatan (IKANOT) Universitas Diponegoro di bawah kepemimpinan Otty Hari Chandra Ubayani Panoedjoe, SH., Sp.N., MH., dalam upaya memberikan pelayanan kepada almamater dan masyarakat luas.

Otty Ubayani bersama Maryono Dirut Bank BTN

“Kami IKANOT UNDIP sudah berkomitmen untuk bisa memberikan sumbangsih nyata baik secara keilmuan maupun pengabdian sosial kepada almamater, masyarakat, bangsa dan negara dengan apa yang kami bisa. Kami bukan organisasi yang profit oriented,” kata Otty saat ditemui di bilangan Kuningan, Jakarta, Jum’at (11/1/2019) malam.

Dijelaskannya, pada 9 Maret nanti gedung tersebut akan diresmikan yang diperuntukkan sebagai laboratorium Notaris/PPAT, Perpustakaan, Kantor IKANOT UNDIP, IMKN, juga kelas-kelas di lantai bawah.

Otty memberikan sambutan dalam salah satu acara IKANOT UNDIP

Otty sangat bersyukur pihak Rektor, Dekan, Ka.Prodi sangat mendukung gagasan besar ini. “Ini merupakan sumbangsih bersama. Sebagai bentuk penghargaan, mereka-mereka yang menyumbang akan ditorehkan di atas prasasti,” lanjut Otty.

Dana yang dibutuhkan, menurut Otty, sekitar Rp500 juta. Sampai saat ini pun masih terus digalang dana dari berbagai pihak yang terbeban untuk membantu.

Nantinya juga akan disiapkan tempat di mana masyarakat bisa berkonsultasi mengenai urusan pertanahan.

Otty bersama para pengurus IKANOT UNDIP

Meski begitu, diakui perealisasian ‘proyek’ ini banyak mendapat tentangan serta nada sinis dari berbagai pihak. “Sejak awal memimpin saya sudah tekankan bahwa wadah ini bukan berorientasi mencari keuntungan, tapi bagaimana memberikan pengabdian nyata, baik kepada almamater maupun masyarakat,” jelas Otty.

Salah satu yang telah dijalankan adalah bimbingan teknis (bimtek) kepada para calon-calon notaris. “Ini pun banyak suara-suara sumbang lantaran kami membuatnya dengan biaya yang sangat murah,” urai Otty.

Banyak yang marah karena merasa kita sudah banting harga untuk Bimtek. “Saya tekankan tidak perlu mahal untuk mendapatkan pendidikan yang bagus. Justru kita harus dorong pendidikan yang berkualitas berbiaya murah agar ilmu itu bisa tersebar luas,” tambah Otty lagi.

Otty Ubayani mencintai almamaternya

Karena itu, tiada henti, Otty mengajak semua pihak untuk berpartisipasi, sehingga lebih banyak Notaris/PPAT yang pintar di negeri ini.

“Saya sadar meski kita berbuat baik belum tentu jalannya mulus. Tapi itu konsekuensinya,” tegasnya.

Terobosan demi terobosan ia lakukan semata sebagai bentuk pengabdian kepada almamater tercinta.

Otty Ubayani (paling kanan) terus mengupayakan sharing ilmu bagi semua

Selain itu, kata Otty, mereka yang lulus IMKN akan mendapat kartu anggota dari IKANOT UNDIP. Jadi, ada database yang jelas nantinya.

Mengiringi peresmian gedung tersebut, juga akan diadakan Seminar Nasional yang menghadirkan pembicara dari berbagai universitas, kalangan perbankan, pengusaha, dan lainnya. Berbagai tema penting akan diulas dalam seminar tersebut, seperti Hukum Kontrak, BOT, dan sebagainya.

Otty berharap IKANOT UNDIP semakin guyub dan melakukan kegiatan bersama-sama. Saling bahu-membahu memberikan pelayanan dan pengabdian kepada almamater dan masyarakat luas. (RN)