Jakarta, innews.co.id – Agresifitas Bank Sentral Amerika, The Fed, yang berencana menaikkan suku bunga acuan lebih besar dibanding tahun 2017 membuat PT Bank Central Asia Tbk menahan tingkat suku bunga pada tahun ini. Peluang untuk menurunkan suku bunga cukup sulit.

Hal itu disampaikan Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, saat ditemui di Jakarta, beberapa hari lalu. Menurut dia, bertahan dengan tingkat suku bunga sekarang adalah kebijakan suku bunga yang tepat diambil oleh perusahaannya.

“Kalau saya bilang enggak (suku bunga turun). Ya, orang The Fed naik, gimana mau turun,” ujar Jahja seraya mengatakan kecenderungan untuk menaikkan suku bunga, juga belum tentu akan dilakukan. Minimal dia berupaya berupaya untuk tetap menjaga tingkat suku bunga tahun ini.

Dia pun menjabarkan beberapa tingkat suku bunga BCA sekarang yang sudah cukup menarik. Misalnya, suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditetapkan sebesar 5,61 persen fixed flat selama dua tahun dan 6,61 yang flat selama tiga tahun.

Kredit untuk UMKM masih berkisar diantara 11 persen. Lalu, kredit konstruksi ditetapkan sesuai kategori, apakah termasuk korporasi kredit konstruksi untuk UMKM. “Korporasi sudah single digit di bawah sepuluh persen,” jelas Jahja. (IN)