Jakarta, innews.co.id – Hingga saat ini, tercatat sudah terjadi 95.893 kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) telah mencapai 95.893 di Indonesia, tersebar di 472 kabupaten/kota di 34 provinsi, dengan jumlah kematian mencapai 661 jiwa.

Kasus kematian tersebut terjadi di 219 kabupaten/kota. Hal tersebut dikatakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementerian Kesehatan Didi Budijanto dalam keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020) kemarin.

“Info terkini DBD, per 30 November 2020, 73,35% atau 377 kabupaten/kota sudah mencapai Incident Rate (IR) kurang dari 49/100.000 penduduk,” kata Didi.

Untuk itu, Didi mengimbau masyarakat menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. M pertama adalah menguras, membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.

“Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan,” urainya.

M selanjutnya menutup; Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Didi mengatakan, menutup juga diartikan mengubur barang bekas di dalam tanah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Sedang M ketiga adalah memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis. Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, dan gotong royong membersihkan lingkungan,” papar Didi. (BY)