Turunnya Mobilitas Orang di Nataru Cermin Belum Stabilnya Perekonomian

Ketum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, tengah memberikan sambutan pada Pembukaan Rapimprov IV KADIN DKI Jakarta

Jakarta, innews.co.id – Turunnya jumlah pergerakan orang di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi cermin belum stabilnya perekonomian. Untuk itu, perlu effort lebih keras lagi dari pemerintah agar kondisi kembali normal seperti sebelum pandemi.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan memperkirakan ada 107 juta orang yang melakukan mobilisasi di masa Nataru. Jumlah ini masih jauh dari pergerakan yang terjadi di 2019, yakni mencapai 140 juta orang.

“Turunnya pergerakan orang di libur Nataru mengindikasikan belum sepenuhnya stabil perekonomian bangsa kita,” kata Diana Dewi, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi DKI Jakarta, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/12/2023).

Penyebab lainnya, sambung CEO PT Suri Nusantara Jaya ini, lantaran ada info kasus Covid-19 di sejumlah daerah kembali naik. Seperti diberitakan hingga pertengahan Desember 2023 l, sudah ada lebih dari 300 orang terkena Covid-19. Hal tersebut tentu melahirkan kewaspadaan bagi tiap orang untuk bepergian.

“Selain itu, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok membuat masyarakat lebih mengerem pengeluaran. Salah satunya dengan mengurangi biaya jalan-jalan,” terangnya.

Namun, owner Toko Daging Nusantara ini meyakini bila kondisi semakin membaik, tentu akan terjadi peningkatan, bahkan kembali normal seperti sebelum pandemi.

Diana melanjutkan, situasi dan kondisi bangsa yang tengah memasuki tahun politik, menjadi alasan lainnya. Tentu hal tersebut sedikit banyak memiliki dampak, di mana para caleg akan lebih menahan diri mengingat masa kampanye masih terbilang cukup panjang. “Para caleg tentu menghemat amunisi, agar tidak habis ditengah jalan,” tukasnya.

Di sisi lain, Diana melihat Nataru ini menjadi momentum untuk lebih menggeliatkan lagi perekonomian, terutama bagi UMKM. Karena pergerakan orang sangat berpengaruh pada perputaran ekonomi, mulai dari skala besar hingga UMKM.

“Kita berharap roda perekonomian akan membaik disamping masyarakat tetap aware terhadap Covid-19 yang masih terus mengintai,” serunya mengingatkan.

Seiring masuk tahun politik, Diana melihat ada ada sejumlah sektor bisnis yang akan menuai keuntungan. Diperkirakan ratusan triliun akan berputar di masa Pemilu ini yang diharapkan bisa dinikmati oleh berbagai bidang usaha.

“Tentu saja ada perputaran uang yang cukup besar di masa kampanye ini. Saya berharap para pelaku usaha bisa memanfaatkan kondisi tersebut dengan sebaik-baiknya. Semoga Pemilu ini membawa keberkahan bagi para pengusaha,” pungkasnya. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan