Jakarta, innews.co.id – Sebentar lagi tahun 2018 akan berakhir. Kita akan memasuki tahun 2019 yang harusnya menjadi tahun yang penuh optimisme.

Nampaknya tidak demikian dengan Julius Purnawan (JP) dan rekan-rekan yang justru membuat rekor tersendiri dengan mengantongi 11 gugatan yang dilakukan oleh Tim Advokat PPAT Peduli Organisasi Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) sepanjang 2018 ini.

Dalam rilis yang diterima dari Tim Advokat PPAT Peduli Organisasi IPPAT, Jum’at, (21/12), nampak jelas 11 gugatan telah dilayangkan kepada JP. Tidak terbayang betapa sibuknya JP di 2019 untuk memenuhi panggilan sidang di berbagai tempat.

Di peringkat kedua dan ketiga “Liga Gugatan IPPAT”, tampil Habib Adjie (HA) bersama Priyatno (PP) masing-masing dengan 10 gugatan. Pun mereka akan sibuk di 2019 dengan rangkaian panggilan pengadilan.

Tampil di peringkat ke-4, EN dengan 3 gugatan, dilanjutkan JO, IS, dan MPD, masing-masing 2 gugatan. Total PPAT yang digugat adalah 43 orang.

Ketika dikonfirmasi, Tagor Simanjuntak, SH., juru bicara PPAT Peduli Organisasi IPPAT membenarkan soal banyaknya gugatan tersebut.

“Semua Konferwil, tidak ada yg lolos dari gugatan. Menutup akhir tahun, JP terbanyak gugatannya, disusul HA dan PP,” ujarnya.

Tahun depan, serangkaian konferwil rencananya akan digelar, bahkan beberapa pihak sudah menyatakan siap melaksanakan konferda. Artinya, pawai gugatan pun akan semakin marak.

Nampaknya ini bakal masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai gugatan terbanyak dalam sejarah bangsa ini. (RN)