Jakarta, innews.co.id – Masalah krusial di agama Khonghucu adalah soal pendataan dan sosialisasi. Kedua hal ini di 2019 coba lebih intens digulirkan.

Hal ini mencuat dalam Dialog Intern Umat Khonghucu yang diadakan di Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Selasa, 23/10 pagi. Acara ini difasilitasi oleh Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutan pembukaannya Saiful Mujab, MA., Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta mengatakan, “Selama ini soal pendataan jumlah umat Khonghucu di wilayah DKI Jakarta belum tuntas. Hal ini tentu berpengaruh dengan anggaran yang diberikan negara”.

Menurutnya, Matakin sebagai organisasi keagamaan harus terus dipacu untuk bisa melakukan pendataan dan sosialisasi.

Karena itu, dialog intern ini diharapkan bisa melahirkan program-program penting untuk diimplementasikan di 2019.

“Bila suda ada gambaran data rill umat, maka akan diketahui apa yang menjadi kebutuhan umat, baik dalam bentuk sarana umat Khonghucu, maupun sumber daya manusianya,” kata Syaiful.

Di acara yang mengusung tema Menuju Umat Khonghucu yang Jungzi ini, Syaiful menekankan, “Agama Khonghucu derajatnya sama dengan agama lain di Indonesia. Kalau pun anggarannya masih kecil karena anggaran itu berbasis data. Dengan kata lain, disesuaikan dengan jumlah umat”.

Karena itu, menurut Syaiful, persoalan data sangat urgen dan diharapkan bisa menjadi program.

Syaiful mengusulkan dibuat web khusus Matakin yang secara aktif memberitakan rangkaian kegiatan Matakin. “Dengan begitu, akan semakin banyak orang tahu akan keberadaan Matakin,” harapnya.

Usai acara, Syaiful menambahkan, di 2019 ini hendaknya dikembangkan dialog yang produktif, di mana muncul ide-ide dan terobosan yang efektif.

Juga adanya komunikasi yang intens, sehingga ada arahan langsung dari para tokoh agama kepada umatnya sampai ke tingkat grass root.

Syaiful juga berharap umat di tahun politik ini tidak mudah terpancing isu-isu yang memecah belah serta selebaran-selebaran yang tidak benar.

Sementara itu, Liem Liliany Lontoh, Ketua Matakin Provinsi DKI Jakarta menegaskan, pihaknya akan berupaya memperkuat data jumlah umat Khonghucu, khususnya di DKI Jakarta.

“Kami juga berharap Pemerintah DKI Jakarta bisa mendukung keberadaan umat Khonghucu sehingga bisa lebih eksis lagi,” imbuhnya.

Di 2019 ini, Kementerian Agama juga akan semakin mengintensifkan dialog antar-agama agar bisa menghadirkan kesejukan di antara umatnya. (RN)