Monisyah (kanan) Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengkajian Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB) bersama Menteri BUMN Erick Thohir dalam sebuah kesempatan

Jakarta, innews.co.id – Presiden Joko Widodo tak mampu menyembunyikan kegundahan hatinya melihat kinerja para menteri dalam menangani pandemi Covid-19. Saat rapat kabinet, kegusaran Jokowi pun tumpah. Sampai-sampai tercetus pilihan reshuffle sebagai sebuah langkah guna lebih mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Sontak para menteri terhenyak mendengar warning tegas dari Presiden Jokowi. Bagi Presiden, para menteri harus bekerja dengan progres yang signifikan.

Menanggapi mencuatnya wacana reshuffle, Monisyah S.Sos., Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengkajian Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB) menilai, pernyataan Presiden Jokowi tersebut merupakan peringatan keras bagi menteri-menteri yang berkinerja buruk.

“Presiden Jokowi mengingatkan para menteri kedepan agar bekerja secara serius dan lebih keras, sehingga langkah-langkah percepatan penanganan berbagai persoalan bangsa di masa pandemi ini bisa cepat diatasi,” kata Monisyah di Jakarta, Rabu (1/7/20).

Menanggapi munculnya desakan agar Menteri BUMN Erick Thohir dari beberapa pihak, LPIPB menilai sangat tidak relevan, bahkan terkesan mengada-ada.

“Kami menilai performa dan kinerja Menteri BUMN sangat bagus dan kami memberi apresiasi,” ujar Monisyah. Salah satu ‘prestasi’ gemilang Erick Thohir adalah program restrukturisasi BUMN. Langkah ini, menurut Monisyah, merupakan agenda penting yang memberi banyak manfaat, khususnya dalam meningkatkan kinerja perusahaan plat merah dan mengurangi belanja negara (subsidi).

Selain restrukturisasi, Monisyah menilai kinerja BUMN di masa pandemi Covid-19 cukup memukau. “Menteri Erick telah mengkoordinir jaringan BUMN dalam mendukung tanggap darurat Covid-19 sangat baik. Sinergi para BUMN secara aktif begitu nampak. Ini bukti bahwa Menteri BUMN bekerja dengan baik,” imbuhnya.

Saat ini, Menteri BUMN banyak dikritik soal penunjukan Komisaris dan Direksi di jajaran BUMN. Menurut Monisyah, tidak ada aturan yang dilanggar oleh Menteri Erick Thohir. Bahkan, LPIPB menilai ada semangat baru yang mendorong munculnya figur-figur muda progresif yang digagas Erick Thohir.

“Semangat ini sangat baik,” tegas Monisyah.

Berkaca pada sejumlah kinerja positif Menteri BUMN, maka sejatinya Erick Thohir berada di ‘zona aman’. “Jadi, kalau ada yang minta Menteri BUMN diganti, itu hanya rumor dan terkesan politis, hanya untuk kepentingan tertentu saja,” pungkas Monisyah yang juga Ketua Umum Seknas Jokowi Jabodetabek ini. (RN)