Yance Mote Wakil Sekretaris Partai Golkar Provinsi Papua dan Calon Ketua Kadin Papua

Jakarta, innews.co.id – Sejatinya Kantor Pusat PT Freeport Indonesia berkedudukan di Papua. Sebab, primary business Freeport ada di Papua. Adalah aneh bila kantor pusat Freeport malah berkedudukan di Jakarta.

“Dengan berkantor pusat di Papua, tentu akan memudahkan Freeport untuk mengorganize usahanya. Selain itu, pajak juga bisa masuk ke Papua. Kalau kantor pusat Freeport di Jakarta, maka pajaknya akan lari ke Jakarta,” kata Yance Mote, SH., pengusaha muda Papua, dalam keterangannya kepada innews, Rabu (21/7/2021).

Karena itu, Yance meminta Freeport memindahkan kantor pusatnya dari Jakarta ke Papua. Hal ini juga sejalan dengan instruksi Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. “Saran konkrit saya dalam perubahan UU ini harus dimasukkan dalam satu klausul untuk seluruh perusahaan-perusahaan yang bergerak usahanya di Papua, kantor pusatnya di Papua. Jangan kantor pusatnya di Jakarta, itu pajaknya masuk ke Jakarta,” katanya dalam rapat Pansus Otsus Papua, beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan Freeport. “Freeport ini yang mendapat hasilnya salah satu di antaranya adalah Pemda DKI Jakarta. Kenapa tidak taruh di Papua, agar tidak kita ribut terus,” tukasnya.

Bahlil mendorong hal ini agar dapat terealisasi sehingga, rakyat Papua bisa sejahtera. “Jadi ini harus didorong apa yang dihasilkan dari Papua itu dikembalikan secara proporsional untuk kepentingan rakyat daerah untuk kesejahteraan Papua,” jelasnya.

Tidak itu saja, Bahlil juga mengimbau agar orang yang akan menjalankan usaha di Papua untuk membuat nomor pokok wajib pajak (NPWP) di Papua.

“Setiap orang yang melakukan usaha di Papua kita minta untuk bikin NPWP di Papua, jangan NPWP di DKI Jakarta, nanti masuk PAD (pendapatan asli daerah)-nya, PAD bagi hasil di Jakarta. Ini untuk membantu keseimbangan,” pungkasnya. (RN)